Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi membuka Persidangan Sinode GPIB XXI. (IST)

Presiden Jokowi membuka Persidangan Sinode GPIB XXI. (IST)

Presiden Jokowi Buka Persidangan Sinode XXI GPIB  

Selasa, 26 Oktober 2021 | 11:31 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembukaan  Persidangan Sinode  XXI Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Tahun 2021 yang dilakukan secara daring dari Istana Merdeka, Jakarta,  pada Selasa (26/10).

“Saya  nyatakan Persidangan Sinode  GPIB XXI dibuka,” kata Presiden Jokowi.

Persidangan Sinode  bertema ‘Membangun Sinergi dalam Hubungan Gereja dan Masyarakat untuk Mewujudkan Kasih Allah yang Meliputi Seluruh Ciptaan’ (Matius 22:37-39; Ulangan 6:5; Imamat 19:18) akan   berlangsung pada 26 – 31 Oktober 2021 dan diikuti para  peserta  utusan  326 Jemaat GPIB dari  26 provinsi di Indonesia.

Agenda Persidangan Sinode  tahun ini, selain mendengarkan  penyampaian laporan pertanggungjawaban Majelis Sinode XX tahun 2015-2021,  akan menetapkan perangkat-perangkat gerejawi serta pemilihan  Fungsionaris Majelis Sinode (FMS) dan Anggota Bapan Pemeriksa Perbendaharaan Gereja (BPPG)  periode 2021-2025.

Kegiatan  yang digelar secara daring dari titik pusat  di Surabaya, Jawa Timur dan di titik-titik  jemaat di 26 provinsi, itu diawali ibadah yang dipimpin Ketua Majelis Sinode GPIB Pendeta Paulus Kariso Rumambi.

Hadir pada acara pembukaan, di antaranya Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom,  Sekjen Dewan Gereja Dunia Ioan Sauca, Ketua Umum Majelis Sinode GPIB Pendeta Paulus Kariso Rumambi, dan Sekretaris Umum Majelis Sinode GPIB Pendeta Jacoba Marlene Joseph.

Presiden Jokowi, dalam pidatonya, secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Majelis Sinode dan seluruh warga GPIB di seluruh Indonesia atas partisipasinya  bersinergi, bahu membahu dengan berbagai elemen bangsa yang lain mendukung pemerintah dalam penanganan dampak Covid-19, baik di bidang kesehatan maupun ekonomi.

“Keterlibatan GPIB dalam penanganan dampak pandemi melengkapi kontribusi GPIB untuk mewujudkan damai sejahtera bagi seluruh ciptaan Tuhan di bumi Indonesia,” kata Presiden Jokowi.

Kepala Negara mengatakan, cita-cita mulia GPIB untuk mewujudkan damai sejahtera  memiliki makna yang sangat penting. Karena, bangsa Indonesia berdiri di atas kebhinekaan, berbeda dan beragam dari latar belakang agama, suku, dan  budaya.

“Keragaman ini harus dilihat sebagai fondasi yang menguatkan persatuan Indonesia sebagai modal sosial untuk kemajuan bangsa, bukan ancaman yang menjadikan kita terpecah belah,” ujarnya.

Menurut dia, dilandasi kesadaran tersebut, GPIB ke depan harus terus berkontribusi secara aktif membangun sinergi  lintas agama, lintas budaya, dan lintas generasi. GPIB perlu membangun dan menguatkan moderasi beragama untuk menjaga tetap tegaknya Pancasila dan NKRI.

“Saya percaya dengan pengalaman panjang selama ini, GPIB mampu bekerja dengan baik, menyebarkan pesan-pesan damai, membangun kerukunan dan  suasana harmonis yang dilandasi sikap saling menghormati, saling menghargai dengan penuh penghormatan serta bersatu, bergandeng tangan untuk mewujudkan damai sejahtera secara bersama-sama,” pungkas Presiden Jokowi.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN