Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Para wisatawan menikmati suasana di Pulau Dewata. Foto: Bali Travel News

Para wisatawan menikmati suasana di Pulau Dewata. Foto: Bali Travel News

Tingkat Kecakapan Bahasa Inggris Masyarakat Indonesia Masih Rendah  

Selasa, 30 November 2021 | 00:13 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - EF Education First selaku perusahaan penyedia layanan pengajaran bahasa secara global kembali meluncurkan Laporan Indeks Kecakapan Bahasa Inggris atau EPI (English Proficiency Index) 2021. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai EPI Indonesia masih terbilang rendah, dimana pada tahun ini, capaian EPI Indonesia berada di peringkat 80 dari 112 negara atau turun enam peringkat dibandingkan dengan posisinya di tahun lalu.

Dari segi skor EPI, Indonesia memperoleh 466 poin, sedikit meningkat dari skor tahun lalu yang ada di angka 453. Meskipun terjadi peningkatan skor, tahun ini Indonesia masih tetap berada pada kategori “rendah” untuk kecakapan Bahasa Inggris. Secara global, capaian skor EPI Indonesia bahkan masih berada di bawah rerata skor EPI global yang berada pada angka 503.

Dibandingkan dengan sejumlah negara tetangga, capaian EPI Indonesia pada tahun ini berada jauh di bawah Singapura, Filipina, dan Malaysia yang berhasil menempati posisi tiga besar EPI di kawasan Asia.

Singapura sebagai negara dengan capaian EPI tertinggi di Asia berhasil menempati peringkat empat EPI secara global dan masuk dalam kategori “kecakapan sangat tinggi”. Adapun, Filipina dan Malaysia secara berturut berada pada peringkat 18 dan 28 secara global dan dikategorikan sebagai negara dengan “kecakapan tinggi” dari segi kemampuan Bahasa Inggrisnya.

Masih di kawasan Asia Tenggara, Vietnam juga berada pada peringkat yang lebih unggul dibandingkan dengan Indonesia, yakni berada pada peringkat 66 secara global dengan selisih skor EPI sebesar 20 poin dibandingkan Indonesia. Pada akhirnya, Indonesia masih harus puas tertinggal pada peringkat 5 dari 8 negara di Asia Tenggara dan peringkat 14 dari 24 negara di kawasan Asia yang dihitung EPI-nya tahun ini.

“EF EPI 2021 ini akan memberikan masukan yang berguna bagi para pembuat kebijakan dalam upaya meningkatkan kecakapan berbahasa Inggris di negara masing-masing. Laporan ini bahkan memberikan gambaran adanya peningkatan kecakapan berbahasa Inggris pada hampir semua kalangan usia dewasa produktif di dunia,” jelas Prof. Dr. McCormick, Wakil Presiden Bidang Akademik EF Education First.

Disusun dengan berbekal data kemampuan Bahasa Inggris dari 2 juta individu yang telah mengikuti EF Standard English Test (EF SET) atau model tes pengukuran kemampuan Bahasa Inggris lainnya yang disediakan oleh EF sepanjang tahun 2020, EF EPI adalah sebuah laporan terstandar dan objektif yang mengelompokkan kemampuan Bahasa Inggris dari negara-negara yang tidak menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa ibu mereka (non-native English speaking countries).

Dalam laporan ini, selain memaparkan pentingnya Bahasa Inggris dalam membantu meningkatkan taraf hidup individu dunia, secara luas Bahasa Inggris juga memungkinkan adanya peningkatan daya saing ekonomi.

“Sejak dulu EF Education First percaya bahwa Bahasa Inggris memungkinkan adanya pertukaran informasi agar tercipta kolaborasi internasional dengan relasi kerja dan organisasi dari seluruh dunia. Oleh karena itu, penguasaan Bahasa Inggris yang baik akan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi terlebih pada negara-negara dengan bonus demografi seperti Indonesia,” tutur Johan Wilhelmsson selaku EF Adults Indonesia Country Manager saat membuka agenda Peluncuran Laporan Indeks Kecakapan Bahasa Inggris Tahun 2021 secara virtual (29/11).

Manajer Bidang Akademik EF Adults Indonesia, Yunita Yanti menyebut bahwa lebih dari sekedar memperlihatkan data, EF EPI juga memberikan sejumlah rekomendasi aksi bagi beragam aktor, mulai dari pemerintah, swasta, lembaga pendidikan, dan tentunya individu dalam upaya meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris. “Salah satu rekomendasi kami adalah pentingnya sebuah negara untuk memprioritaskan penggunaan Bahasa Inggris seperti yang telah dilakukan oleh banyak negara pada kategori kecakapan Bahasa Inggris yang “Tinggi” dan “Sangat Tinggi” pada hasil laporan ini,” terang Yunita.

Bagi orang dewasa, keterampilan bahasa Inggris dapat menjadi pendorong keikutsertaan, memungkinkan partisipasi dalam pengembangan profesional, dan menyamakan kedudukan bagi mereka yang datang dari keadaan dan latar belakang yang berbeda. Hal ini sejalan dengan hasil laporan bahwa tempat-tempat dengan kecakapan Bahasa Inggris lebih tinggi biasanya lebih adil dan terbuka. “Untuk itu, EF melalui brand EF for Adults berusaha menghadirkan pengalaman belajar Bahasa Inggris yang sesuai, efektif, inklusif, dan mengedepankan student experience bagi kalangan dewasa yang mau membuka peluang pengembangan diri dan karir yang lebih besar melalui penguasaan Bahasa Inggris,” jelas Yunita.

Turut hadir dalam agenda hari ini, dokter sekaligus lulusan magister Harvard T.H. Chan School of Public Health, Nadhira Afifa. Pada kesempatan tersebut, ia membagikan pandangannya terkait pentingnya penguasaan Bahasa Inggris bagi kalangan dewasa dan usia produktif dalam pengembangan pendidikan dan karir. Selain itu, ia juga turut membagikan kiat-kiat belajar Bahasa Inggris dari pengalaman pribadinya. Dokumentasi lengkap Peluncuran Laporan Indeks Kecakapan Bahasa Inggris kali ini dapat ditonton melalui saluran YouTube EF Adults.

EF English First adalah bagian dari EF Education First, sebuah perusahaan pendidikan internasional yang berfokus pada pengajaran bahasa, perjalanan pendidikan, program bergelar akademik, dan pertukaran budaya. Sejak berdiri di Indonesia pada 1986, EF telah memberikan pengajaran bahasa bagi berbagai kalangan, mulai dari profesional, perusahaan, anak-anak, dan remaja.

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN