Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bupati Bogor Ade Yasin pada acara Pelantikan Pengurus Perkumpulan Guru Honorer (PGH) Kabupaten Bogor Periode 2021-2025, di Auditorium Sekretariat Daerah, Cibinong 8 Desember 2021. (Foto: Dok. Pemkab Bogor)

Bupati Bogor Ade Yasin pada acara Pelantikan Pengurus Perkumpulan Guru Honorer (PGH) Kabupaten Bogor Periode 2021-2025, di Auditorium Sekretariat Daerah, Cibinong 8 Desember 2021. (Foto: Dok. Pemkab Bogor)

Bupati Bogor Akan Naikkan Insentif Guru Honorer Tahun Depan

Rabu, 8 Desember 2021 | 20:56 WIB

CIBINONG, Beritasatu.com - Bupati Bogor Ade Yasin menegaskan akan menaikan insentif atau kesejahteraan pegawai (Kespeg) para guru dan tenaga kependidikan honorer di tahun 2022 mendatang.

Hal tersebut ditegaskan Ade pada acara Pelantikan Pengurus Perkumpulan Guru Honorer (PGH) Kabupaten Bogor Periode 2021-2025, di Auditorium Sekretariat Daerah, Cibinong (8/12).

Hadir pada pelantikan tersebut Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH.Ahmad Mukri Aji, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim, Ketua PGRI Kabupaten Bogor, Amsohi, unsur Forkopimda, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dan perwakilan Bank BJB.

Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor berupaya untuk memberikan insentif bagi 8.447 orang tenaga pendidik (guru) dan 1.635 orang tenaga kependidikan honorer, pada jenjang PAUD, SD dan SMP serta guru madrasah.

“Di tahun 2022, Pemkab Bogor akan menaikan kesejahteraan pegawai (Kespeg) para guru dan tenaga kependidikan honorer dari Rp.1.100.000, menjadi Rp.1.200.000. Walaupun sedikit tapi Insyaallah sangat berarti, karena yang namanya rumus gaji itu tidak ada istilah turun, yang ada itu tetap atau naik,” tandas Ade.

Selanjutnya, Ade mengungkapkan, dua tahun ini Kabupaten Bogor telah menetapkan guru honorer untuk diangkat sebagai Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Tahun 2019 sebanyak 1.112 guru lulus P3K, selanjutnya yang lulus P3K tahun 2021 sebanyak 1.327 guru. Namun, perekrutan P3K dilakukan kementerian, kita tidak dilibatkan sama sekali, seharusnya digaji oleh pusat, tetapi akhir-akhir ini pusat menyerahkan tanggung jawab tersebut kepada daerah, sehingga gaji P3K ini bersumber dari APBD bukan lagi dari APBN. Banyak kepala daerah yang mengembalikan kembali berkasnya karena tidak sanggup untuk membayar P3K.

“Tapi hal tersebut tidak saya lakukan, apapun yang terjadi saya harus bisa menganggarkan anggaran P3K untuk membayar gaji guru. Tahun 2022 kita menganggarkan Rp96 milyar, angka ini terbesar di seluruh Indonesia. Mudah-mudahan ke depan bisa dikembalikan lagi penggajiannya ke pemerintah pusat, sehingga kita bisa rekrut kembali guru P3K dalam jumlah yang besar,” ungkap Ade.

Ade berpesan kepada para guru dan tenaga kependidikan honorer untuk tingkatkan terus kompetensi, berkreasi dan berinovasi untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi masyarakat. Semoga PGH Kabupaten Bogor tumbuh menjadi organisasi yang kuat, maju, mandiri, profesional dan bermartabat, dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Mari kita bersama berjuang mengatasi tantangan dunia pendidikan demi tercapainya Karsa Bogor Cerdas dan terwujudnya visi Kabupaten Bogor termaju, nyaman dan berkeadaban."

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

BAGIKAN