Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kementerian Pertanian menggelar pelatihan yang mengangkat tema Adaptasi dan Mitigasi Pertanian Terhadap Perubahan Iklim di Sumatera Utara, Rabu (23/2). (Foto: Dok. Kementan)

Kementerian Pertanian menggelar pelatihan yang mengangkat tema Adaptasi dan Mitigasi Pertanian Terhadap Perubahan Iklim di Sumatera Utara, Rabu (23/2). (Foto: Dok. Kementan)

Sumut Sukseskan Pelatihan Antisipasi Dampak Perubahan Iklim

Selasa, 1 Maret 2022 | 15:54 WIB

SUMATERA UTARA, investor.id - Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Vol. 2 yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), disambut antusias di Sumatera Utara.

Pelatihan yang mengangkat tema Adaptasi dan Mitigasi Pertanian Terhadap Perubahan Iklim digelar serentak baik secara online maupun offline di 34 provinsi pada Rabu (23/2). 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam mengantisipasi perubahan iklim yang sering terjadi di Indonesia. Climate change atau perubahan iklim telah menjadi perhatian dunia. 

Syahrul menjelaskan, kejadian tersebut tidak hanya terjadi karena faktor alam, tetapi juga ada intervensi aktivitas manusia. Hal tersebut berpengaruh pada sektor pertanian, menyebabkan waktu tanam terbatas, pola tanam dan cuaca yang tidak menentu.

Mentan mengatakan, dampak climate change dan Covid-19 pasti bisa menyebabkan penurunan produktivitas di berbagai daerah. 

“Untuk itu, kita tidak boleh salah hitung, tidak boleh berspekulasi dalam menghitung ketersediaan pangan,” ujarnya.

“Dampak climate change bisa saja menyebabkan tiba-tiba banjir atau kering. Hal tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara lain. Climate change ini merupakan sesuatu yang baru, maka kita harus bisa menyelesaikan dampak yang kemungkinan terjadi,” tambahnya.

Provinsi Sumatera Utara menyambut baik pelaksanaan pelatihan adaptasi dan mitigasi pertanian terhadap perubahan iklim ini.

Kadis TPH Provsu Budiman Siregar berharap penyuluh berkesempatan meningkatkan kompetensi dan bisa mendampingi petani dalam mengadaptasi dan memitigasi perubahan iklim. Petani juga diharapkan mengetahui terjadi perubahan iklim sehingga dilarang untuk membakar jerami, pupuk anorganik tidak sesuai dosis, dan aspek lainnya.

Binsar, selaku widyaiswara dari BPP Jambi yang mengawal kegiatan pelatihan di Sumatera Utara, mengatakan meski di tengah pandemi, pengembangan SDM tetap harus berjalan, mengingat adanya perubahan iklim.

"Kita tidak dapat merubah arah angin tapi kita mampu mengarahkan layar supaya sampai ke tujuan, demikian pula usaha antisipasi, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim tersebut bisa kita lakukan dalam skala sangat sederhana, misal tidak membakar jerami," ungkapnya.

Ulima Sihombing, seorang petani yang tergabung dalam KWT di Kota Medan, menilai pelatihan yang diberikan Kementan ini sangat berguna.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan, petani dan penyuluh harus mengantisipasi dampak perubahan iklim. 

"Dalam kondisi apa pun, pertanian tidak boleh berhenti, tidak boleh bermasalah. Oleh sebab itu, kita mengajak petani dan penyuluh untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim yang bisa mengganggu pertanian," katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebu Lomo Hutabalian, /mewakili Ketua DPW Perhiptani Sumut, Frans Siahaan/mewakili Ketua Kelompok KTNA Provsu, Syamsul Sinaga/mewakili Ketua P4S Sumut, Plt. Kadis TPH Provsu Bahruddin Siregar, Ketua Komisi Penyuluhan Sumut Darma Bhakti, Kepala BPTP SUMUT Khadijjah Lubis, Petugas dari BPP Jambi Binsar Simatupang. 

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

BAGIKAN