Menu
Sign in
@ Contact
Search
Petugas PMI melakukan penyemprotan disinfektan di SMP N 117 Pondok Bambu, Jakarta Timur, Selasa (8/2/2022)  guna mengantisipasi penyebaran Covid -19 di kawasan sekolah. Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Petugas PMI melakukan penyemprotan disinfektan di SMP N 117 Pondok Bambu, Jakarta Timur, Selasa (8/2/2022) guna mengantisipasi penyebaran Covid -19 di kawasan sekolah. Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Hepatitis Akut, Pelaksanaan PTM Harus Patuh Protokol Kesehatan

Kamis, 12 Mei 2022 | 08:13 WIB
Maria Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id -  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengingatkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) harus mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Protokol juga bertujuan untuk menghindari kasus hepatitis akut atau misterius pada anak baru-baru ini.

Baca juga: Menkes: 15 kasus Hepatitis Akut Terdeteksi di Indonesia

"Protokol kesehatan pencegahan penularan hepatitis akut selaras dengan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan pembelajaran tatap muka terbatas di masa pandemi," kata Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbudristek Anang Ristanto dihubungi Beritasatu.com, Kamis (12/5/2022).

Anang menyebutkan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memantau dan mendalami kasus yang ditemukan di dalam negeri maupun di luar negeri.

Menurutnya, selaras dengan semangat pemulihan pascapandemi Covid-19, masyarakat diharapkan tetap tenang dan melaksanakan anjuran pencegahan penularan hepatitis akut dengan meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Protokol PTM diatur dalam Surat Keputusan Bersama ( SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Misalnya, dengan menerapkan perilaku cuci tangan pakai sabun secara rutin, memasak makanan hingga matang, menghindari kontak dengan orang sakit, dan tetap menerapkan etika batuk dan disiplin prokes Covid-19 seperti pakai masker serta jaga jarak.

Untuk itu, Kemendikbudristek mengajak semua pihak untuk bergotong royong dalam memenuhi hak anak untuk mendapatkan layanan pendidikan, khususnya untuk mencegah terjadinya learning loss dan dampak negatif tidak optimalnya pembelajaran di masa pandemi.

Baca juga:Cegah Hepatitis Akut, Para Dokter Anak Ingatkan Protokol Kesehatan

Anang mendorong agar satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan perlu meningkatkan kewaspadaan dan kerja sama yang solid antara orang tua, tenaga kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

"Apabila peserta didik yang mengikuti pembelajaran tatap muka diduga mengalami satu dari gejala hepatitis akut, maka dapat segera dibawa ke fasyankes terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut sedini mungkin," ucapnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com