Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi pasien tes laboratorium

Ilustrasi pasien tes laboratorium

Bertambah, Kasus Dugaan Hepatitis Akut Jadi 24 Orang

Jumat, 3 Juni 2022 | 08:34 WIB
Hendro Sitomorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Mohammad Syahril menyatakan terjadi penambahan satu kasus dugaan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya di Indonesia, sehingga total kasus menjadi 24 dari sebelumnya 23 orang.

"Jumlah kasus hepatitis akut total menjadi 24 pasien. Puluhan kasus ini berasal dari belasan provinsi Indonesia," katanya kepada Beritasatu.com, Kamis (2/6/2022).

Syahril merinci, dari total 24 kasus, tujuh di antaranya merupakan probable, 17 pending classification, dan tidak ada epi-linked.

Sementara untuk statusnya, tujuh pasien meninggal dunia. Tercatat tiga pasien meninggal dengan status probable dan empat pending classification.

Tujuh temuan kasus kematian yang diduga akibat hepatitis misterius ini, tiga di antaranya dengan status probable berasal dari DKI Jakarta. Kemudian satu kasus probable dari Sumatera Barat, dan 1 kasus probable dari Sumatera Selatan. Kemudian, satu kasus probable dari Jawa Timur dan satu kasus probable dari Jawa Tengah.

"13 Masih dirawat yakni tiga probable, 10 pending classification)," ucap dia.

dr Syahril mengatakan ada 4 pasien diduga terpapar hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya sudah sembuh atau dipulangkan. Rinciannya, 1 probable dan 3 pending classification.

Terkait hal itu, Kemenkes juga mengutarakan langkah penanganan hepatitis akut yang biasa terjadi pada anak di mana orang tua diminta mewaspadai gejala hepatitis akut misterius pada anak.

"Orang tua harus mewaspadai gejala hepatitis akut pada anak yakni adanya diare, mual, muntah, sakit perut dan dapat disertai demam ringan. Selain itu warna mata dan kulit anak dapat menguning dan terjadi gangguan pembekuan darah yang bisa menyebabkan kejang dan kesadaran menurun," lanjutnya.

Apabila ada gejala seperti itu, orang tua diminta untuk langsung membawa dan merawat anaknya ke fasilitas kesehatan seperti Puskesmas atau rumah sakit terdekat agar segera mendapat pertolongan lanjutan.

"Bila perlu kalau memang sudah dalam taraf penurunan kesadaran maka segera dibawa ke ICU anak agar bisa segera ditangani agar tidak berlanjut kemudian yang bisa berakibat fatal yakni meninggal dunia," pungkasnya.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com