Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi Hepatitis. (Foto: B1/Muhammad Reza)

Ilustrasi Hepatitis. (Foto: B1/Muhammad Reza)

Waspada! Dugaan Hepatitis Akut di Indonesia Capai 26 Kasus

Sabtu, 11 Juni 2022 | 19:43 WIB
Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengatakan berdasarkan data per  Sabtu  (11/6/2022) pukul 16:00 WIB terdapat 26 kasus kumulatif dugaan hepatitis akut  yang tersebar di 20 provinsi.

Dari 26 kasus tersebut terdiri 9 probabel dan  17  pending. Adapun status pasien tersebut, 6 pasien meninggal dunia  dengan rincian  3 probable dan 3 pending classification. Sementara 12 masih dirawat  dengan status 3 probable dan 9 pending classification. Selain itu, ada 2 pulang paksa dengan status pending classification.

“Pasien sembuh ada 6 sembuh/dipulangkan  dengan status 3 probable dan 3 pending classification,” kata Syahril saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu  (10/6/2022).

Syahril juga menuturkan 26 kasus dugaan hepatitis akut ini dari  61 kasus yang dilaporkan dari 20 provinsi, namun 35  pasien discarded dan hanya  26 masuk dugaan hepatitis dengan status 9 probable dan 17 pending.

Adapun discarded  adalah hepatitis  akut virus A-E  terdeteksi  atau etiologi lain terdeteksi. Terkait hal itu, Kemenkes juga mengutarakan langkah penanganan hepatitis akut yang biasa terjadi pada anak di mana orang tua diminta mewaspadai gejala hepatitis akut misterius pada anak.

"Orang tua harus mewaspadai gejala hepatitis akut pada anak yakni adanya diare, mual, muntah, sakit perut dan dapat disertai demam ringan. Selain itu warna mata dan kulit anak dapat menguning dan terjadi gangguan pembekuan darah yang bisa menyebabkan kejang dan kesadaran menurun," lanjutnya.

Apabila ada gejala seperti itu, orang tua diminta untuk langsung membawa dan merawat anaknya ke fasilitas kesehatan seperti Puskesmas atau rumah sakit terdekat agar segera mendapat pertolongan lanjutan.

"Bila perlu kalau memang sudah dalam taraf penurunan kesadaran maka segera dibawa ke ICU anak agar bisa segera ditangani agar tidak berlanjut kemudian yang bisa berakibat fatal yakni meninggal dunia," pungkasnya.

 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com