Menu
Sign in
@ Contact
Search
Maudy Ayunda. (Foto: Beritasatu Photo/Dina Fitri Anisa)

Maudy Ayunda. (Foto: Beritasatu Photo/Dina Fitri Anisa)

Di Y20, Maudy Ayunda Bicara Karakteristik yang Perlu Dimiliki Anak Muda

Selasa, 19 Juli 2022 | 18:21 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Aktris sekaligus penyanyi Maudy Ayunda menceritakan di era transformasi digital seperti sekarang, rasa keingintahuan yang tinggi (curiosity) merupakan karakteristik penting yang perlu dimiliki pemuda untuk dapat berkontribusi menciptakan perubahan.

“Saya bisa katakan anak muda saat ini harus punya sifat rasa ingin tahu yang tinggi. Bahkan, dari pengalaman pribadi, saya melihat banyak sekali versi-versi teknologi baru yang membuat dunia berubah dengan pesat. Jadi, kita harus selalu merasa ingin tahu dan tetap update dengan apa yang terjadi dan selalu coba untuk peduli,” ujarnya, saat menjadi pembicara di acara Youth 20 (Y20) di Hotel Kempinski, Jakarta.

Sebab dengan keingintahuan yang tinggi di era transformasi digital akan membuat anak muda selalu waspada. Apalagi, transformasi digital itu ibarat pisau bermata dua. Satu sisi bisa menjadi platform positif dengan jangkauan yang luas, tapi di sisi lain transformasi digital juga memiliki dampak yang dapat merugikan produktivitas dan kesehatan mental.

Baca juga: Soal Kegiatan Y20, Anies Baswedan Sebut Pemuda sebagai Pemilik Masa Depan

“Sejauh ini, banyak diskusi membahas transformasi digital yang sebagian besar mengarah pada peluang-peluang bagi anak muda. Bagi saya, transformasi digital juga membawa ancaman. Karena itu, kita pastikan literasi digital agar diajarkan di sekolah-sekolah,” tuturnya.

Lebih dari itu, bagaimana diskusi transformasi digital juga bukan hanya membahas seputar manfaat positif dari internet, tetapi juga membicarakan kemampuan anak muda untuk mengevaluasi dan melindungi diri mereka sendiri, kesehatan mental mereka, serta merespons berbagai kemjauan digital yang ada.

“Ada beberapa ide yang ditawarkan, pertama kita masuk ke sekolah dan ke kurikulum. Jadi, ada dasar pengetahuan tentang kesehatan digital atau mental digital dan ini bisa mengajarkan anak-anak muda untuk mengevaluasi apa yang mereka temukan di media sosial atau kehidupan digital mereka. Ini sekaligus menjadi semacam keterampilan atau kebijakan digital tentang kapan untuk online dan kapan untuk tidak online,” papar aktris jebolan Stanford University ini.

Baca juga: Y20 Rekomendasikan Sejumlah Kebijakan kepada Presiden Jokowi

Menurut penuturannya, baru-baru ini, para pengguna media sosial disediakan akses untuk menghapus sejumlah algoritma di platform yang mereka gunakan untuk menghindari konten-konten tertentu yang tidak ingin ditonton. “Jadi, keterampilan seperti ini yang diperlukan bagi anak muda untuk melindungi diri dan mental mereka sendiri,” imbuhnya.

Di samping itu, pemerintah dan insitusi juga penting untuk menyuarakan kekhawatiran yang ada tentang manfaat dan ancaman dari transformasi digital supaya dapat ditirukan oleh para agen perubahan seperti guru dan orangtua di rumah agar menjadi semacam mekanisme protektif untuk melindungi anak muda yang beranjak dewasa.

”Dengan begitu, anak muda jadi bijaksana dalam memanfaatkan digitalisasi,” tutup Maudy.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com