Menu
Sign in
@ Contact
Search
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: YouTube Pemprov DKI

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: YouTube Pemprov DKI

Gubernur DKI Resmikan Sekolah Net Zero 2022 

Rabu, 28 September 2022 | 21:06 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan empat Sekolah Net Zero 2022 di SD Negeri Ragunan 08 di Jakarta, sebagai bagian dari upaya memajukan pendidikan sesuai perubahan zaman.

Empat Sekolah Net Zero 2022 itu adalah SD Negeri Ragunan 08 di Kecamatan Pasar Minggu, SD Negeri Duren Sawit 14 di Kecamatan Duren sawit kemudian SD Negeri Grogol Selatan 09 di Kecamatan Kebayoran dan SMA 96 Jakarta di Kecamatan Cengkareng.

"Hari ini, Jakarta resmi menjadi tempat pertama sekolah negeri yang memiliki net zero school," kata Anies Baswedan, di Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Keempat sekolah ini juga menerima Sertifikat Greenship Net Zero dari Green Building Council Indonesia dan menjadi sekolah negeri pertama yang mendapatkan sertifikat tersebut.

"Sekolah Net Zero 2022" adalah bangunan sekolah berkonsep memiliki emisi rendah karbon, hemat saat dioperasikan, serta sebagian besar kebutuhan energinya berasal dari energi terbarukan.

Konkretnya rancang bangun gedungnya mengoptimalkan ventilasi alam dan pencahayaan alami sehingga mengurangi emisi gas karbon akibat penggunaan energi listrik.​

Anies menjelaskan bahwa sekolah ini mengusung konsep bangunan hijau (green building) guna memajukan pendidikan sehingga bergerak mengikuti perubahan zaman.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa sekolah itu tidak ditentukan oleh fisik bangunan saja melainkan melalui interaksi antarpendidik dengan anak didiknya.

Namun demikian dia menyebutkan apabila tempat interaksi ini bila dirancang dengan benar, maka proses pembelajaran akan berjalan lebih baik lagi.

"Ini merupakan sebuah keinginan untuk melakukan transformasi pendidikan di Jakarta", ucap Kepala Dinas Pendidikan Pemprov DKI Nahdiana.

Nahdiana juga menyebutkan bahwa peresmian ini mewujudkan pendidikan yang tuntas dan berkualitas yang dimulai dengan pembangunan fisik gedung di sekolah negeri di Jakarta.

Pemerintah provinsi DKI Jakarta membangun sekolah net zero di empat lokasi dengan menggunakan APBD senilai Rp126 miliar dan merupakan sekolah percontohan menuju target Jakarta menuju kota emisi nol pada 2050.

Sementara itu, Istri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Fery Farhati menyebutkan, sekolah bersertifikat bangunan sehat (Net Zero Healthy Greenship) di Ibu Kota perlu diperbanyak guna mengurangi emisi karbon.

"Bangganya kita menjadi warga Jakarta karena sekarang punya sekolah ramah lingkungan bersertifikasi green building' yang salah satunya di Ragunan," kata Farhati saat ditemui di RPTRA Abdi Praja, Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Farhati menyampaikan bahwa sekolah yang memiliki sertifikasi bangunan sehat merupakan sekolah masa depan yang ramah lingkungan.

Sekolah ini terbilang hemat energi, yakni dengan penggunaan lampu hemat energi, sebisa mungkin tidak menggunakan pendingin udara (AC). Jika harus menggunakan AC diusahakan yang hemat energi atau menggunakan kipas angin dengan tingkat pemakaian rendah selama ruangan tetap nyaman.

Selain itu, Farhati menambahkan, setengah dari jumlah siswa sekolah tersebut merupakan pemilik Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus.

KJP Plus merupakan akses bagi warga DKI Jakarta dari kalangan masyarakat kurang mampu untuk mengenyam pendidikan minimal sampai dengan tamat SMA/SMK dengan dibiayai penuh dari dana APBD Provinsi DKI Jakarta.

Efisiensi Energi

Sejumlah sekolah yang dibangun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerima sertifikasi bangunan sehat (Net Zero Healthy Greenship) dari Dewan Bangunan Hijau (Green Building Council) Indonesia.

“Konsepnya zero itu pada prinsipnya adalah bagaimana kita mendesain suatu bangunan supaya kita bisa mengoptimalkan ventilasi alami, pencahayaan alami, jadi awalnya kita mengkonservasi energi,” kata Direktur Eksekutif Green Building Council (GBC) Indonesia Surendro di Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Selain konservasi energi, Surendro menambahkan efisiensi energi dan penggunaan energi yang rendah terdapat faktor lain yang juga penting seperti kesehatan (healthy) yang ditandai dengan adanya pertukaran udara di dalam ruangan agar mereka yang berada di dalamnya tetap merasa nyaman, aman dan sehat.

Adapun syarat untuk mendapatkan pengakuan bangunan sehat dijelaskan Surendro, utamanya adalah desain yang harus mengoptimalkan konservasi energi dari ventilasi alami, pencahayaan alami dan upaya lainnya.

Upaya tersebut berkaitan dengan efisiensi energi seperti penggunaan lampu hemat energi, sebisa mungkin tidak menggunakan pendingin udara (AC) , jika harus menggunakan AC diusahakan yang hemat energi atau menggunakan kipas angin dengan tingkat pemakaian rendah selama ruangan tetap nyaman.

Pemberian sertifikasi ini akan diikuti dengan pemeriksaan berkala tahunan terhadap kenyamanan pengguna bangunan lalu terkait ada pengurangan karbon dari efisiensi energi atau tidak dan pengurangan karbon dari penyerapan karbon oleh pepohonan yang dapat dihitung dengan kalkulator karbon selain itu juga bangunan diharapkan menggunakan 10 persen energi terbarukan dari total penggunaan energi.

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com