Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan pembelajaran tatao muka (PTM) sekolah, Selasa (30/3/2021). Sumber: BSTV

Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan pembelajaran tatao muka (PTM) sekolah, Selasa (30/3/2021). Sumber: BSTV

5 Menteri dan Kepala BNPB Umumkan Penerbitan SKB Pembelajaran Tatap Muka

Selasa, 30 Maret 2021 | 11:49 WIB
Natasia Christy Wahyuni

JAKARTA, investor.id  - Pemerintah akan menerbitkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Keputusan tersebut diumumkan secara virtual lewat YouTube Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (30/3/2021), pukul 11.00 WIB.

Pengumuman disampaikan secara resmi oleh lima menteri yaitu Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

Pandemi Covid-19 telah memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap pelaksanaan pendidikan, terutama dengan harus ditutupnya sekolah guna mencegah penyebaran virus di kalangan pelajar, pendidik, dan tenaga kependidikan. Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pembelajaran daring sebagai salah satu upaya pemenuhan hak pendidikan selama pandemi, telah membantu memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung.

Namun, di sisi lain disadari juga menciptakan tantangan dan dampak kepada hasil pembelajaran.

Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan pembelajaran tatao muka (PTM) sekolah, Selasa (30/3/2021). Sumber: BSTV
Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan pembelajaran tatao muka (PTM) sekolah, Selasa (30/3/2021). Sumber: BSTV

Oleh karena itu, satuan pendidikan di semua jenjang perlu segera mempersiapkan diri untuk memberikan pelayanan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), yang tentunya harus didukung beberapa persiapan seperti pemberian vaksin Covid-19 bagi pendidik dan tenaga kependidikan, serta pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat.

"Berdasarkan sejumlah pertimbangan tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia akan menerbitkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19)," sebut pernyataan Humas Kemdikbud, hari ini.

Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan pembelajaran tatao muka (PTM) sekolah, Selasa (30/3/2021). Sumber: BSTV
Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan pembelajaran tatao muka (PTM) sekolah, Selasa (30/3/2021). Sumber: BSTV

Meskipun belum ditetapkan secara resmi, sejumlah sekolah di beberapa daerah telah terlebih dulu memulai PTM secara terbatas.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti saat dihubungi Beritasatu.com hari ini, mengatakan sejumlah sekolah pada Januari 2021 sudah memulai PTM meskipun belum siap secara infrastruktur dan protokol kesehatan (prokes) atau standard operational procedure (SPO) untuk Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Retno mencontohkan 20% sekolah di Provinsi Aceh sudah dibuka, begitupun di Jawa Barat ada sekitar 2500 sekolah sudah PTM secara terbatas, bahkan di Jawa Timur hampir 5000 sekolah sudah PTM, meskipun baru tahap simulasi.

Retno mengatakan KPAI melakukan sejumlah pengawasan ke SMKN 9 Kota Bandung yang telah melaksanakan PTM terbatas pada Januari 2021. PTM hanya diikuti oleh sekitar 50-60 siswa, itupun hanya untuk mata pelajaran produktif dan praktik. Banyak peralatan praktik yang tidak mungkin dimiliki oleh peserta didik, sehingga praktik harus dilakukan di sekolah. Selain itu, sekolah juga menyediakan layanan konselor secara terbatas bagi peserta didik yang mengalami masalah kesehatan mental.

Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan pembelajaran tatao muka (PTM) sekolah, Selasa (30/3/2021). Sumber: BSTV
Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan pembelajaran tatao muka (PTM) sekolah, Selasa (30/3/2021). Sumber: BSTV

“Sekolah mensyaratkan izin orangtua yang ditandatangani di atas materai dan wajib mengantar jemput anaknya dengan kendaraan pribadi, bisa motor atau mobil. Anak tidak diperkenankan naik kendaraan umum meskipun pihak sekolah juga sudah menyiapkan Protokol kesehatan/SOP anak naik kendaraan umum,” kata Retno.

Pada Juni-November 2020, KPAI juga menemukan beberapa sekolah yang memiliki catatan persiapan PTM yang baik, misalnya SMPN 4 Kota Solo. Di sekolah tersebut sistem masuk kedatangan dan kepulangan peserta didik ditata dengan sangat baik, sehingga tidak memicu adanya penumpukan dan kerumunan karena mengantri masuk sekolah atau pulang sekolah.

"Semua kendaraan roda dua dari penjemput memasuki area sekolah dengan mengantri teratur ada tali-tali pembatas dan yang dijemput sudah dipanggil untuk siap di depan lobby sekolah," kata Retno.

Menurut Retno, KPAI mengapresiasi sejumlah pemerintah daerah yang sudah memulai perencanaan PTM dengan mitigasi risiko yang baik, namun sekolah-sekolah harus tetap didampingi dan dibantu pembiayaan dalam penyiapan infrastruktur dan prokes/SOP AKB di satuan pendidikan.  Pemda juga harus memastikan bahwa prokes/SOP sudah di sosialisasi ke seluruh  warga sekolah tanpa kecuali  dan para orangtua siswa.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN