Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

6 Parpol Siap Ikuti Kursus Wawasan Kebangsaan

Kamis, 25 April 2013 | 15:17 WIB
Antara

JAKARTA- Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) siap memberikan kursus bakal calon legislator (Bacaleg) partai politik peserta Pemiu 2014 tentang wawasan kebangsaan seperti soal kepemimpinan, ketahanan nasional, wawasan nusantara, dan kewaspadaan nusantara.

"Saat ini, baru enam parpol yang sudah mau mengikuti program Lemhannas tersebut. Enam parpol lainnya sedang diusahakan agar mereka juga mau ikut," kata Gubernur Lemhannas Budi Susilo Soepandji, usai acara Coffee Morning di Kantor Lemhannas, Jakarta, Kamis.

Menurut dia, rencana pendidikan bagi bacaleg tersebut mendapatkan respon yang sangat baik dari enam parpol tersebut. Bacaleg nantinya akan diberi wawasan kebangsaan yang merupakan salah satu enam pokok pelajaran Lemhannas itu.

Budi mengatakan, sebelum para caleg itu masuk ke legislatif, mereka akan diajarkan soal wawasan kebangsaan, sehingga ketika sudah menjadi anggota DPR mereka paham tentang wawasan kebangsaan. Bahkan, setelah mereka masuk jadi anggota parlemen juga diajarkan.

"Ini masih dalam proses penggodokan. Mudah-mudahan Juni atau Juli 2013, baik sudah keluar daftar caleg tetap (DCT) kita bisa melakukan pendidikan. Pendidikan ini juga termasuk tahapan di caleg DPRD. Kita upayakan semua parpol bersedia," katanya tanpa menyebutkan nama parpol yang sudah bersedia tersebut.

Dengan diberikan pendidikan wawasan kebangsaan, harap Budi, para bacaleg atau caleg bisa mengetahui cara etika berpolitik, apa yang boleh dan tak boleh, apa itu korupsi, dan bagaimana peran konstitusi mengenai hukum ketatanegaraan.

Budi mengatakan, Lemhannas masih memiliki keterbatasan untuk menampung bacaleg tersebut, sehingga pendidikan bagi bacaleg atau caleg yang sudah masuk ke parlemen dilakukan secara bertahap.

"Mungkin tahun pertama dilakukan pendidikan bagi 1.000 bacaleg atau caleg. Kemudian, tahun depannya 1.000 orang lagi dan seterusnya," katanya.

Format pendidikannya sendiri, kata dia, bisa dilakukan di parpol masing-masing dengan bantuan Lemhannas dan di Lemhannas sendiri.

"Saat ini kami sedang desain format pendidikannya. Mereka akan belajar selama dua minggu," katanya seraya mengatakan pihaknya sedang mengajukan anggaran ke komisi I DPR dan pada prinsipnya sudah disetujui.

Metode pendidikannya berbeda dengan metode PPRA/PPSA Lemhannas. Pada termin pertama mereka akan diajarkan tentang pengertian kebangsaaan, hukum tata negara, fungsi lembaga tinggi negara dan lainnya di Lemhannas.

"Yang mendidik adalah orang-orang dari parpol yang punya pengalaman. Lemhannas hanya sebagai tempat bertemu mereka. Mereka akan tahu visi kebangsaan, tugasnya sebagai anggota parpol, dan apa yang boleh dan tak boleh," kata Budi.

Pada termin kedua, para bacaleg atau caleg kembali ke parpolnya masing-masing. Terserah dari parpol seperti apa cara mendidiknya. "Termin ketiga, mereka kembali lagi ke Lemhannas untuk diskusi soal apa visi mereka dan janji mereka," katanya. (gor/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN