Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Wiranto Prihatinkan Pembangunan tak Merata dan Pejabat Korup

Minggu, 6 April 2014 | 13:04 WIB
Oleh Markus Junianto Sihaloho

JAKARTA- Calon presiden Partai Hanura, Wiranto merasa prihatin dengan pembangunan yang masih tidak adil dan kurang merata dirasakan oleh masyarakat Indonesia dan banyaknya pejabat yang terlibat korupsi.

Hal itu disampaikan Wiranto saat kampanye akbar penutupan Partai Hanura di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, seperti tertuang dalam keterangan pers Media Center Partai Hanura, di Jakarta, Sabtu (5/4),

Wiranto menyatakan para pahlawan telah bekerja keras dan mengorbankan segala-galanya termasuk nyawanya. Semuanya untuk menuju Indonesia merdeka, berdaulat, adil dan makmur.

“Maka, adalah tugas generasi penerus bangsa terus membangun demi mewujudkan cita-cita bangsa itu,”  katanya.  Masalahnya, lanjut Wiranto, hal itu belum terwujud, padahal Indonesia memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang luar biasa.

"Keunggulan komparatif ini tak dimiliki bangsa lain. Tapi setelah 69 tahun merdeka, tugas yang tidak seberat seperti pendahulu itu gagal diwujudkan oleh bangsa Indonesia," tegas Wiranto.

"Keadilan dan kemakmuran belum merata dan belum dapat dinikmati seluruh bangsa Indonesia. Keadilan dan kemakmuran belum merata."

Ini berarti walau secara de jure Indonesia bebas dari penjajahan, tapi secara de facto tetap terjajah oleh kekuatan tersembunyi.

Contohnya, kata Wiranto, kekuatan jabatan yang semena-mena, kerakusan, ketamakan dan tak pernah puas menggerogoti hak-hak kedaulatan rakyat. "Pejabat berubah jadi penjajah model baru," tegasnya.

Menurutnya, nafsu jahat para pemimpin telah merusak bangsa ini. Mereka telah menjadi raja-raja kecil yang menyebabkan Indonesia seakan-akan masih jalan di tempat. "Korupsi, kolusi dimana, hukum bisa dibeli dan disiasati," kata Wiranto.

Melihat hal itu, Wiranto mengajak bangsa ini tidak tinggal diam dan membiarkannya. Maka masyarakat harus berani dan tegas dengan menempatkan hati nurani di dada pemimpin Indonesia.

"Hanura sudah membuktikan. Hanura bukan sekadar parpol, tapi gerakan moral yang menempatkan hati nurani di dada pemimpinnya," ujar Wiranto.

Jangan golput
Sementara cawapres Hanura, Hary Tanoesoedibjo meminta masyarakat untuk tidak golput pada Pileg 9 April mendatang. "Pesan saya jangan golput, gunakan hak pilih. Kalau golput sama saja menyerahkan bangsa kita kepada orang lain," jelas Hary.

Dia juga berpesan agar tidak salah pilih pada 9 April 2014 nanti. Ia mengajak memilih partai yang punya visi misi membangun Indonesia menjadi negara maju dan memiliki konsep. "Kita perlu kejujuran dan kompetensi sehingga bisa membangun. Pilihlah Partai Hanura, coblos nomor 10," ungkapnya.

Kampanye hari terakhir dihadiri Wiranto - Hary Tanoesoedibjo, dengan sekitar 200 ribu massa hadir. Mereka dihibur sejumlah artis antara lain Ayu Ting Ting, Nasar KDI dan lainnya. Selain itu juga disediakan 500 warteg dan sekitar 20 ribu bakso gratis untuk massa dan simpatisan.

Win-HT tiba di lokasi dengan menggunakan becak. Wiranto membonceng istrinya Uga Wiranto, demikian juga Hary Tanoe membonceng istrinya Liliana dengan becak. (b1/gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN