Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. SUmber: BSTV

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. SUmber: BSTV

Anies Minta Masjid di Jakarta Ikuti Langkah Istiqlal yang Batal Gelar Salat Idulfitri

Selasa, 11 Mei 2021 | 18:59 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA, investor.id   - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi langkah Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) yang telah secara resmi membatalkan kegiatan Salat Idulfitri 1442 Hijriyah di Masjid Istiqlal. Menurut Anies, langkah tersebut bisa menjadi contoh masjid raya lain di Jakarta untuk tidak menggelar kegiatan salat Idulfitri.

“Saya ingin sampaikan apresiasi kepada Badan Pengelola Masjid Istiqlal karena pengelola tidak mengadakan Salat Idulfitri terbuka di Masjid Istiqlal sehingga ini menjadi contoh bagi yang lain,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (11/5/2021).

Umat muslim menjalankan ibadah sholat di Mesjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (11/4/2021). Masjid Istiqlal, Jakarta, dibuka untuk umum saat bulan Ramadhan 2021 dengan penerapan protokol kesehatan dan sejumlah pembatasan. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
Umat muslim menjalankan ibadah salat di Mesjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (11/4/2021). Masjid Istiqlal, Jakarta, dibuka untuk umum saat bulan Ramadhan 2021 dengan penerapan protokol kesehatan dan sejumlah pembatasan. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Anies mengatakan pihaknya sudah mengimbau agar warga Jakarta untuk melakukan Salat Idulfitri di rumah atau di halaman rumah. Kalau tidak memungkinkan di rumah, kata dia, maka salat Idulfitri dilakukan di masjid terdekat.

“Dan bila itu tidak memungkinkan maka lakukanlah di halaman terbuka di sekitar rumah atau di masjid, dan bagi para pengurus masjid diharapkan untuk menerapkan prokes dengan baik, pastikan ketentuan 50% dan menggunakan masker untuk semua yang masuk ke dalam masjid ataupun yang ikut,” tandas Anies.

Menurut Anies, salah alasan Masjid Istiqlal ditutup karena untuk mencegah warga yang berasal dari kampung atau daerah jauh datang melakukan salat Idulfitri di sana. Apalagi, kata dia, letak di daerah perkantoran. Karena itu, Anies minta warga tidak melakukan salat Idulfitri di tempat yang jauh dari rumah dan pengelola masjid juga tidak menyelenggarakan salat Idulfitri dalam jumlah yang besar.

“Jadi kedua-duanya, masyarakat jangan bepergian, pengelola masjid-masjid raya juga diharapkan tidak secara khusus menyelenggarakan (salat Idulfitri) secara besar yang berpotensi penularan. Karena itu, sikap Istiqlal untuk meniadakan salat Idulfitri, kami apresiasi,” pungkas Anies.

Diketahui, Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar telah mengumumkan secara resmi bahwa Masjid Istiqlal batal menggelarkan salat Idulfitri 1442 Hijriayah. Hal ini, kata Nasaruddin, untuk mencegah penularan Covid-19 lebih luas. Keputusan ini juga telah dipertimbangkan dengan Kementerian Agama, Kemenko PMK dan Pemprov DKI Jakarta.

“Kami memutuskan Istiqlal ditutup untuk tidak menyelenggarakan Idulfitri,” ujar Nasaruddin di Masjid Istiqlal, Selasa (11/5/2021).

Awalnya, Masjid Istiqlal masih mengizinkan melakukan salat Idulfitri dengan kapasitas maksimal jemaah 10%  atau 10 ribu orang. Namun, setelah dilakukan simulasi, dengan jumlah 10 ribu jemaah, bakal tetap menimbulkan kerumunan karena kemungkinan jemaah akan keluar masuk ke lantai 2 (tempat salat idulfitri) dalam waktu bersamaan dan lokasinya sama.

“Kami mohon maaf kepada segenap jemaah dan saudara yang ingin salat Idulfitri di Masjid Istiqlal,” tutur Nasaruddin.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN