Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sumber: BSTV

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sumber: BSTV

Anies Tetapkan Pembatasan Aktivitas di Jakarta Selama PPKM Level 4

Selasa, 27 Juli 2021 | 14:03 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA, investor.id  - Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan menetapkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 938 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 Corona Virus Desease 2019 selama 8 hari terhitung dari 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.

Anies melakukan beberapa penyesuaian berdasarkan kebijakan pemerintah pusat terkait pelaksanaan PPKM level 4 di Jawa-Bali yang diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 24 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 dan Level 3 Corona Virus Desease di Wilayah Jawa dan Bali.

Penyesuaian tersebut antara lain pasar tradisional dan pasar rakyat yang menjual non kebutuhan sehari-hari diizinkan beroperasi hingga pukul 15.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50%. Sebelumnya hanya sampai pukul 13.00 WIB.

Selain itu, warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya juga sudah diizinkan makan di tempat (dine-in) hingga pukul 20.00 WIB dengan maksimal pengunjung makan di tempat 3 orang dan waktu makan maksimal 20 menit dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Pengaturan aktivitas di sektor-sektor lain masih sama dengan pengaturan PPKM level 4 pada pekan sebelumnnya.

Anies Baswedan mengingatkan masyarakat tidak lengah dan tetap waspada terhadap penularan Covid-19, kendati adanya tren penurunan angka kasus aktif di Jakarta yang konsisten dengan tren penurunan di beberapa parameter lainnya.

Untuk mempertahankan situasi ini dan semakin menurunkan angka kasus aktif, Anies mengimbau, penerapan protokol kesehatan harus tetap dilakukan dan segera melakukan vaksinasi, karena vaksinasi terbukti mampu menurunkan risiko keparahan dan kematian akibat Covid -19.

“Saya mengajak kepada seluruh warga Jakarta, jangan pesimis. Kita bisa bersama-sama mulai menurunkan tingkat kegawatan situasi. Oleh karena itu, tetap waspada dan jangan lengah, selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Gubernur Anies, pada Selasa (27/7/2021).

Penerapan protokol kesehatan Covid-19 dan penegakan sanksinya dalam Keputusan Gubernur ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Desease 2019.

Adapun jenis pembatasan kegiatan masyarakat level 4 Covid-19 hingga 2 Agustus sebagai berikut:

1. Kegiatan pada tempat kerja/perkantoran untuk sektor esensial

- Sektor non esensial:

Work From Home (WFH) sebesar 100% (seratus persen)

- Sektor esensial keuangan dan perbankan hanya meliputi asuransi, bank, pegadaian, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan yang berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan:

a. Work From Office (WFO) sebesar 50% untuk lokasi yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat, dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat; dan

b. WFO sebesar 25%  untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional, dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat

- Sektor esensial yang meliputi pasar modal (yang berorientasi pada pelayanan dengan pelanggan dan berjalannya operasional pasar modal secara baik), teknologi informasi dan komunikasi (operator seluler, data center, internet, pos, media terkait dengan penyebaran informasi kepada masyarakat) dan perhotelan non penanganan karantina Covid-19: WFO sebesar 50% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat

- Sektor esensial industri orientasi ekspor di mana pihak perusahaan harus menunjukkan bukti contoh dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) selama 12 (dua belas) bulan terakhir atau dokumen lain yang menunjukkan rencana ekspor dan wajib memiliki Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI):

a. WFO sebesar 50% hanya di fasilitas produksi/pabrik, dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat; dan

b. WFO sebesar 10% untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional, dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat

- Sektor esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya: WFO paling banyak 25% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat

2. Kegiatan pada tempat kerja/perkantoran untuk untuk sektor kritikal

- kesehatan dan keamanan-ketertiban: WFO sebesar 100% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat

- Sektor kritikal yang mencakup penanganan bencana; energi, logistik, transportasi, dan distribusi terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat; makanan dan minuman serta penunjangnya, termasuk untuk ternak/hewan peliharaan; pupuk dan petrokimia; semen dan bahan bangunan; objek vital nasional dan proyek strategis nasional; konstruksi (infrastruktur publik) dan utilitas dasar (listrik, air, dan pengelolaan sampah):

a. WFO sebesar 100% hanya pada fasilitas produksi/konstruksi/pelayanan kepada masyarakat, dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat; dan

b. WFO sebesar 25% untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional, dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat

3. Kegiatan belajar mengajar

- Sekolah/perguruan tinggi/akademi/tempat pendidikan/pelatihan: dilakukan secara daring/online

4. Kegiatan pada sektor kebutuhan sehari-hari

- Supermarket, pasar tradisional, pasar rakyat, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari: jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat

- Pasar tradisional dan pasar rakyat yang menjual non kebutuhan sehari-hari: jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 15.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat

- Apotek dan toko obat: Dapat buka selama 24 (dua puluh empat) jam, dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat

- Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan dan lain-lain yang sejenisnya: jam operasional sampai Pukul 20.00 WIB dengan penerapan protokol kesehatan.

5. Kegiatan makan/minum di tempat umum

- Warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya: jam operasional sampai dengan Pukul 20.00 WIB dengan maksimal pengunjung makan di tempat 3 orang dan waktu makan maksimal 20 menit dengan penerapan protokol kesehatan ketat

- restoran/rumah makan dan kafe dengan lokasi yang berada dalam gedung/tokoh tertutup baika yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi di mal atau pusat perbelanjaan: hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine-in).

 

6. Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan

Ditutup sementara, kecuali akses untuk pegawai toko yang melayani penjualan online dengan maksimal 3 orang setiapn tokoh, restoran, supermarket, dan pasar swalayan dapat diperbolehkan.

7. Kegiatan konstruksi

- Tempat konstruksi untuk infrastruktur publik (tempat konstruksi dan lokasi proyek): beroperasi 100% (seratus persen) dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat

8. Kegiatan peribadatan

Tempat ibadah (masjid, mushola, gereja, pura, vihara dan klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah):

- tidak mengadakan kegiatan peribadatan/ keagamaan berjamaah selama penerapan PPKM

- mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah.

9. Kegiatan pada fasilitas pelayanan kesehatan

Beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat

10. Kegiatan pada area publik dan tempat lainnya yang dapat menimbulkan kerumunan massa

- Area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya: ditutup sementara

- Tempat Resepsi pernikahan: ditiadakan sementara

- Lokasi seni, budaya, sarana olahraga, dan kegiatan sosial kemasyarakatan yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan: ditutup sementara

11. Kegiatan pada moda transportasi

- Kendaraan umum, angkutan massal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental: maksimal penumpang 70% dari kapasitas, dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat

- Ojek (online dan pangkalan): penumpang 100% dari kapasitas, dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN