Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Basarnas Tetap Lanjutkan Pencarian FDR Sukhoi

Senin, 28 Mei 2012 | 14:37 WIB
Antara

JAKARTA- Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Daryatmo menegaskan bahwa pihaknya tetap meneruskan pencarian flight data recorder (FDR)pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Kabupaten Bogor pada Rabu, 9 Mei 2012.

"Pencarian FDR dengan dalam tim besar dan gabungan dengan tim Rusia sudah dihentikan pada 21 Mei. Tapi hingga saat ini kami tetap mencari bagian dari 'black box tersebut yang dilakukan oleh tim kecil," kata Daryatmo dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR di Jakarta, Senin (28/5).

Sedangkan bagian lain kotak hitam pesawat Sukhoi Superjet 100 yaitu perekam suara kokpit cockpit voice recorder (CVR) telah ditemukan pada Selasa (15/5).

"Radius pencarian FDR diperluas dari lokasi kami menemukan ekor pesawat, perangkat tersebut kecil yaitu hanya sekitar 4,5 kilogram dan mungkin tersembunyi di semak-semak jadi kondisinya sulit tapi kami belum menyerah," jelas Marsekal Madya TNI Daryatmo.

Sesuai prosedur Dalam kesempatan tersebut, Direktur PT Angkasa Pura II Tri Sunoko juga menegaskan bahwa air traffic control (ATC) Bandar Udara Soekarno- Hatta, Banten sudah melakukan tindakan sesuai prosedur yang ada saat berkomunikasi dengan pilot pesawat Sukhoi.

"ATC sudah melakukan sesuai prosedur yang ada termasuk saat pesawat dari ketinggian 10 ribu kaki meminta izin untuk turun menjadi 6.000 kaki dan melakukan manuver di atas training center Atang Sanjaya Bogor," kata Tri Sunoko.

Izin tersebut diberikan karena kawasan udara di atas Atang Sanjaya dianggap aman.

"Namun saat pesawat tidak masuk ke radar dan kami mencoba untuk melakukan kontak berulang kali dan tidak mendapat respon hingga akhirnya pesawat dipastikan tidak mendarat di Halim, maka ATC on duty melapor ke ATC regional di Atang Sanjaya," ungkap Tri.

Pasca pelaporan itu maka pesawat ditetapkan dalam fase darurat dan sampai akhir kemampuan pesawat terbang tidak ada informasi tentang keberadaan pesawat maka ATC melaporkan ke Basarnas.

"Kondisi peralatan ATC kami juga masih handal karena kami melakukan perawatan setiap dua minggu, kami juga memiliki dua 'back-up system' yaitu Jakarta Automated Air Traffic Service dan emergency-JATS," tambah Tri.

Akibat dari jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet 100 saat melakukan penerbangan demo untuk promosi (joy flight) adalah tewasnya 45 orang penumpang dan awak pesawat, terdiri atas 31 pria dan 14 wanita, 35 orang WNI dan 10 orang WNA.(ant/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN