Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan dihadiri oleh Ketua KPK Firli Bahuri, Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo, dan jajaran Direksi 27 BUMN.

Kegiatan dihadiri oleh Ketua KPK Firli Bahuri, Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo, dan jajaran Direksi 27 BUMN.

Berantas Korupsi, 27 Perusahaan BUMN Teken Kerja Sama dengan KPK

Selasa, 2 Maret 2021 | 10:37 WIB
Fana Suparman

JAKARTA, investor.id  - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan 27 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS), di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Perjanjian ini terkait Penanganan Pengaduan dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi melalui Whistleblowing System (WBS) terintegrasi.

Menteri BUMN Erick Thohir. Sumber; BSTV
Menteri BUMN Erick Thohir. Sumber; BSTV

Kegiatan dihadiri oleh Ketua KPK Firli Bahuri, Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo, dan jajaran Direksi 27 BUMN.

"Melalui kesepakatan kerja sama WBS terintegrasi ini, diharapkan akan menghindari duplikasi, meningkatkan sinergi dan monitor atas pengaduan tindak pidana korupsi yang diterima oleh masing-masing instansi dengan KPK, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi penanganan pengaduan," kata Plt Jubir KPK, Ipi Maryati, dalam keterangannya, Senin (1/3/2021).

27 Perusahaan BUMN Teken Kerja Sama dengan KPK, Selasa (2/3/2021). Foto: IST
27 Perusahaan BUMN Teken Kerja Sama dengan KPK, Selasa (2/3/2021). Foto: IST

27 BUMN yang menandatangani PKS hari ini dibagi ke dalam lima prosesi penandatanganan. Gelombang pertama, terdiri dari Bank Mandiri; Bank Rakyat Indonesia; Bank Negara Indonesia; Bank Tabungan Negara; dan PT Taspen. Untuk gelombang kedua terdapat Pertamina; PLN; Jasa Marga; PT Telkom Indonesia; PT INTI. Kemudian, gelombang ketiga terdiri dari PT Adhi Karya; PT Waskita Karya; PT Wijaya Karya; PT Hutama Karya; PT Pembangunan Perumahan. Selanjutnya, gelombang empat terdapat Garuda Indonesia; PT Pelabuhan Indonesia I; PT Pelabuhan Indonesia II; PT Angkasa Pura I; PT Bahana Pembina Usaha Indonesia; PT Perusahaan Pengelola Aset.

Ketua KPK Firli Bahuri. Sumber; BSTV
Ketua KPK Firli Bahuri. Sumber; BSTV

Terakhir atau gelombang lima terdiri dari PT Indonesia Asahan Aluminium; PT Kereta Api Indonesia; PT Krakatau Steel; PT Pupuk Indonesia; PT Semen Indonesia; dan Perhutani. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN