Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BPOM meluncurkan program Badan POM Goes to School dan Badan POM Goes to Campus pada  Selasa (2/3). Foto : Humas BPOM

BPOM meluncurkan program Badan POM Goes to School dan Badan POM Goes to Campus pada Selasa (2/3). Foto : Humas BPOM

BPOM Goes to School dan Campus, Program Edukasi Generasi Milenial

Rabu, 3 Maret 2021 | 08:11 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id -  Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan  (BPOM), Penny K. Lukito mengatakan, untuk memberi edukasi kepada  generasi milenial  produk obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetika yang aman dan bermutu, maka BPOM meluncurkan program Badan POM Goes to School dan Badan POM Goes to Campus pada  Selasa (2/3).

Penny menuturkan, kegiatan utama dari program tersebut  berupa pemberian edukasi dan informasi kepada masyarakat melalui kegiatan pemilihan duta  yang berasal dari generasi milenial, antara lain pelajar menengah dan mahasiswa.

Adapun tujuannya adalah untuk membentuk masyarakat cerdas dan sebagai upaya dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan Indonesia Maju

“Program Badan POM Goes to School dan Badan POM Goes to Campus merupakan upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Badan POM, khususnya bagi generasi milenial,” kata Penny dalam siaran pers diterima Beritasatu.com, Rabu (3/3/2021).

Penny menyebutkan, hal yang  mendasari adanya program ini adalah peningkatan penggunaan teknologi informasi selama masa pandemi, yang berimbas pada derasnya arus informasi, termasuk informasi yang tidak sesuai atau hoaks terkait obat tradisional dan kosmetika.

“Generasi milenial menjadi sasaran utama sebagai kelompok yang rentan terpapar berita hoaks tersebut,” paparnya.

Penny menyebutkan, program tersebut bekerja sama dengan sektor  strategis lainnya, yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Pramuka, dan Yayasan Putri Indonesia.

Dalam hal ini, Kemdikbud akan berperan dalam mendorong tiap satuan pendidikan, baik perguruan tinggi maupun pendidikan menengah, dalam bentuk surat edaran untuk memfasilitasi program Badan POM Goes to School atau Campus. 

Dari program tersebut, Penny berharap dapat terpilih duta kosmetik aman dan duta jamu aman yang ke depannya dapat menjadi influencer bagi komunitasnya di dalam memilih obat tradisional dan kosmetika aman.

“Program ini juga diharapkan dapat dimasukkan sebagai program ekstrakurikuler di bidang pemberdayaan bagi mahasiswa dan pelajar,”terangnya.

Demikian pula dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, juga diharapkan untuk dapat berperan aktif mengikutsertakan anggotanya dalam mewujudkan Duta Kosmetika dan Jamu Aman di setiap kwartir. 

Selain itu, keterlibatan Yayasan Puteri Indonesia diharapkan berperan memberikan pengetahuan dan praktik tentang penggunaan kosmetika yang benar dan tepat, pelatihan public speaking, dan teknik komunikasi agar para Duta dapat menjadi ikon yang menarik dan komunikatif.

“Peran seluruh lintas sektor sangat berarti dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini bangsa Indonesia dapat terhindar dari obat tradisional dan kosmetika yang mengandung bahan yang berbahaya dan dilarang menurut ketentuan perundangan yang berlaku,”pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN