Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penny K Lukito

Penny K Lukito

BPOM Putuskan Tunda Implementasi Vaksin AstraZeneca

Senin, 15 Maret 2021 | 20:35 WIB
Natasia Christy Wahyuni

JAKARTA, investor.id  – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memutuskan untuk menunda implementasi vaksin AstraZeneca sambil menunggu konfirmasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) dan The Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) terkait keamanan vaksin dari Inggris tersebut.

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan pihaknya telah memiliki dossier (berkas) dari WHO terkait vaksin AstraZeneca, sehingga bisa mengetahui sampai masalah keamanan vaksin tersebut. Selain itu, Penny menegaskan nomor batch AstraZeneca yang ditangguhkan penggunaannya di sejumlah negara Uni Eropa (UE) berbeda dengan nomor batch AstraZeneca yang masuk ke Indonesia lewat jalur multilateral.

“Namun demikian untuk kehati-hatian kami masih dalam proses komunikasi dengan WHO dan SAGE. Hasil komunikasi akan dibahas tim lintas sektor dan Kementerian Kesehatan untuk pengambilan keputusan penggunaan Astrazeneca dalam program vaksinasi nasional,” kata Penny dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senin (15/3/2021).

Penny tidak menyebut secara rinci kapan keputusan terkait vaksin AstraZeneca akan diambil, mengingat vaksin tersebut akan digunakan dalam vaksinasi tahap II.

“Harapannya dalam waktu tidak terlalu lama,” katanya.

Penny menegaskan pihaknya sudah melakukan evaluasi menyeluruh atas vaksin AstraZeneca. Dia menyebut vaksin AstraZeneca masuk ke Indonesia lewat dua jalur yaitu skema multilateral GAVI/Covax Facility dan skema bilateral. Untuk jalur multilateral, vaksin AstraZeneca yang diterima Indonesia sudah mendapatkan emergency use listing (EUL) diikuti emergency use authorization (EUA) dari WHO.

Penny mengatakan WHO awalnya memberikan EUL, namun BPOM tidak langsung menerima begitu saja dan mendesak lembaga kesehatan PBB itu agar tetap memberikan EUO. Dengan langkah itu, BPOM akhirnya mendapatkan confidentiality agreement (perjanjian kerahasiaan) terkait berkas vaksin.

“Dengan confidentiality agreement tersebut, kami melakukan evaluasi secara menyeluruh seperti vaksin-vaksin lainnya, baru kami memberikan emergency use authorization pada 22 Februari 2021,” kata Penny.

Secara terpisah, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan (Kemkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, penggunaan atau penyuntikan 1.113.600 dosis vaksin AstraZeneca dalam program vaksinasi nasional masih menunggu izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Menunggu informasi lanjut dari BPOM,“ kata Nadia kepada Beritasatu.com, Senin.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN