Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Persiapan pesawat Piper Cheyenne untuk operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Danau Toba, Senin (29/3/2021). Foto Balai Besar  Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT

Persiapan pesawat Piper Cheyenne untuk operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Danau Toba, Senin (29/3/2021). Foto Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT

BPPT Rekayasa Cuaca untuk Tingkatkan Ketinggan Air Danau Toba

Selasa, 30 Maret 2021 | 08:17 WIB
Natasia Christy Wahyuni

SIBORONG-BORONG, investor.id - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Besar  Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) mengerahkan operasi rekayasa cuaca untuk menurunkan hujan di daerah tangkapan air Danau Toba, Sumatera Utara. Langkah itu dilakukan karena level tinggi muka air (TMA) Danau Toba saat ini sudah mendekati titik minimum.

Kepala BB TMC, Jon Arifian, mengatakan Danau Toba memiliki fungsi sangat strategis, baik untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), irigasi, serta memenuhi air baku untuk industri dan rumah tangga termasuk pariwisata.

“TMC melakukan upaya untuk memodifikasi pertumbuhan awan dengan memasukkan inti kondensasi ke dalam sistem awan sehingga hujan lebih cepat terjadi dan curah hujan yang dihasilkan menjadi lebih besar,” kata Jon, dikutip dari siaran pers yang diterima Beritasatu.com, saat pembukaan operasi TMC DAS Danau Toba di Siborong-borong, Senin (29/3/2021).

Jon mengatakan data historis rata-rata curah hujan pada April di Danau Toba sebesar 203 mm, sehingga pelaksanaan TMC kali ini diharapkan dapat meningkatkan 20-30 persen dari curah hujan selama April di Danau Toba.

Direktur Eksekutif Operasi dan Produksi PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Reinaldy Harahap, menyampaikan terima kasih kepada BPPT.

Dia mengatakan sampai 26 Maret 2021, TMA Danau Toba berada pada level 903.20 meter, sedangkan level minimum di titik 902.40 meter agar PLTA dapat beroperasi secara normal.

“Kondisi ini cukup mengkhawatirkan sehingga perlu langkah praktis untuk meningkatkan tinggi muka air di DAS Danau Toba. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan TMC,” kata Reinaldy.

DAS Danau Toba menjadi sumber utama untuk 3 bendungan dan 2 PLTA yang dikelola oleh PT Inalum. Bendungan tersebut yaitu Bendungan Pengatur, Bendung Sigura-gura dan Bendungan Tangga. Sedang PLTA yaitu PLTA Sigura-gura dan PLTA Tangga.

PLTA Sigura-gura memiliki kapasitas produksi 286 MW dan PLTA Tangga memiliki kapasitas produksi 317 MW. Selain itu, Danau Toba juga menjadi sumber mata pencaharian bagi penduduk yang tinggal di sekitarnya.

Koordinator Bidang Pelayanan TMC BBTMC Sutrisno mengatakan sorti pertama kegiatan TMC DAS Danau Toba akan dilaksanakan mulai Kamis (1/4/2021) selama 20 hari mendatang.

“Pesawat yang akan digunakan yaitu pesawat jenis Piper Cheyenne II registrasi PK-TMC milik BPPT dengan metode TMC menggunakan bahan semai Flare Cosat,” kata Sutrisno.

Tim TMC telah menyiapkan bahan semai Flare Cosat sebanyak 170 batang di Posko TMC Danau Toba di area PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Silangit, Sumut.

Koordinator Lapangan TMC DAS Danau Toba, Cornelius A Nababan, menambahkan untuk membantu pengamatan cuaca dan kondisi awan di wilayah target, akan ditempatkan personil di dua lokasi Pos Pengamatan Meteorologi (Posmet), yaitu di daerah Porsea dan Merek.

“Hasil pengamatan cuaca dan potensi awan hujan akan dilaporkan setiap saat oleh petugas di Posmet kepada tim pelaksana di Posko, untuk dianalisis dan dijadikan sebagai masukan guna menentukan strategi pelaksanaan penyemaian awan setiap harinya,” kata Cornelius.

Proses pengamatan cuaca tersebut dilakukan bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Silangit untuk analisa data cuaca dan radar.

TMA Danau Toba menunjukkan tren menurun setiap tahunnya. Selain karena efek dari perubahan iklim yang mempengaruhi curah hujan di kawasan Danau Toba, isu kerusakan lingkungan juga menjadi salah satu penyebab turunnya level muka air Danau Toba.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN