Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi beras. Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Ilustrasi beras. Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Bupati Bima Puji Mentan Tingkatkan Produksi Beras Nasional

Selasa, 24 Mei 2022 | 17:56 WIB

BIMA, investor.id - Bupati Bima Indah Damayanti Putri mengapresiasi keberhasilan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bersama jajarannya dalam meningkatkan produksi padi nasional. Sehingga selama tiga tahun terakhir Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri serta tidak melakukan kebijakan impor beras.

"Saya kira ini prestasi yang luar biasa karena sejak lama Indonesia mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kerja-kerja cerdas seperti Pak (Mentan) SYL harus kita dukung dan apresiasi bersama," ujar Indah, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (24/5).

Indah mengatakan, sektor pertanian merupakan sektor yang paling strategis dalam membangun suatu daerah. Terlebih dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Banyak yang bisa kita garap untuk menghasilkan ekonomi skala keluarga maupun skala nasional. Maka itu saya bilang pertanian itu sektor yang paling strategis," katanya.

Senada, Bupati Sragen Yuni Sukowati juga menyampaikan terima kasih atas arahan Presiden Jokowi dan Mentan dalam meningkatkan produksi beras nasional selama beberapa tahun terakhir. Menurut Yuni, arahan Jokowi dan juga kerja cerdas Mentan Syahrul mampu membuat Kabupaten Sragen menjadi salah satu lumbung pangan nasional.

Berdasarkan catatan yang ada, kata Yuni, Sragen menjadi lumbung pangan terbesar kedua di Jawa Tengah setelah Kabupaten Cilacap. Di tingkat nasional, Sragen sendiri menjadi lumbung pangan terbesar urutan kesembilan di Indonesia. Adapun luas lahan sawah di Sragen mencapai 40.129 hektare dan lahan kering 54.026 hektare.

"Alhamdulillah sragen bisa terus berkontribusi terjadap pangan nasional. Ini semua berkat arahan Bapak Presiden dan juga kerja cerdas Pak Menteri (SYL)," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan, Indonesia sudah tidak mengimpor beras selama tiga tahun terakhir. Padahal sebelumnya Indonesia mengimpor 1,5-2 juta ton beras setiap tahunnya. Dia berharap, capaian tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan dengan menggenjot produktivitas dalam negeri.

"Yang biasanya kita impor 1,5 juta sampai 2 juta ton per tahun, sudah 3 tahun ini kita tidak. Ini yang harus dipertahankan, syukur stoknya bisa kita perbesar. Artinya, produktivitas petani itu harus ditingkatkan," katanya.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

BAGIKAN