Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari Menerima Dua Penghargaan MURI

Jumat, 29 Januari 2016 | 09:01 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA- Bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari menerima penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk dua kategori rekor, yakni sebagai perempuan calon kepala daerah dari jalur independen yang memperoleh dukungan terbanyak pada Pilkada serentak yakni 89,43 persen dan juga sebagai perempuan calon kepala daerah dari jalur independen yang memperoleh persentase 100 persen di 14 tempat pemungutan suara (TPS).

Penghargaan diterima Rita dalam perayaan ulang tahun ke-26 MURI di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis malam (28/1).

"Alhamdulillah, saya merasa bangga dengan terpilih kembali oleh rakyat Kukar.  Ini menurut saya lima tahun memimpin mengena di rakyat, dilihat dan dirasakan hasilnya," tutur bupati Kukar yang akrab disapa Bunda saat ditemui usai acara.

Periode lalu ia mengaku sangat konsen terhadap pembangunan jalan, kesehatan dan pendidikan masyarakat di wilayahnya.

"Penghargaan ini saya dedikasikan untuk kerja lima tahun ke depan," tukas Rita.

Tak hanya Rita, MURI juga memberikan penghargaan kepada Kementerian Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum, dan Badan Pengawas Pemilihan Umum atas rekor penyelenggaraan Pilkada serentak pertama dan terlaksana sukses.

Adapun, Kodam II Sriwijaya diwakili langsung oleh Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Purwadi Mukson yang sukses membuat rangkaian tugu pempek lenjer terbanyak yakni 10 tugu, di mana setiap satu tugunya memiliki panjang 1 km.

Di kategori budaya, KH. Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus menerima penghargaan MURI untuk rekor seniman seni lukis klelet rokok kretek pertama yang membuat pameran di galeri nasional.

"The last one, adik Rafi Ridwan  yang memegang rekor fashion desainer tuna rungu termuda yang berprestasi di kancah internasional sejak umur sembilan tahun," kata Direktur MURI Aylawati Sarwono membacakan dari atas panggung.

Di puncak acara, pendiri MURI Jaya Suprana atau Gus Jaya tampil memainkan piano mengiringi pembacaan puisi budayawan dan tokoh Nahdlatul Ulama, Gus Mus. Ada sekitar 11 buah karya puisi yang dibacakannya dan satu karya Gus Jaya. (hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN