Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Capaian Vaksinasi dI Daerah Rendah, Ini Kata Kemenkes

Rabu, 20 April 2022 | 04:45 WIB
Hendro Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menanggapai capaian vaksinasi di luar Jawa-Bali yang masih rendah. Di Papua dosis pertama dan kedua masih di bawah 50%, sementara Papua Barat dosis kedua di bawah 50%. Daerah lainnya yang juga rendah capaian vaksinasi Kalimantan Barat, NTT, Gorontalo, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, dosis kedua masih di bawah 70%.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan hal ini dikarenakan adanya tantangan geografis dan masyarakat yang masih banyak belum mau divaksin dengan berbagai alasan.

Bila dilihat dari data perkembangan kasus Covid-19 harian rata-rata di bawah 10 kasus. Misalnya Papua (hanya 4 kasus), Papua Barat (2 kasus), Maluku Utara (1 kasus), dan Gorontalo (1 kasus).

Baca juga:Kemenkes Siapkan Posko Vaksin Booster di Jalur Mudik

"Tren penyebaran Covid-19 di daerah dengan vaksinasi rendah berdasarkan data hasil pemeriksaan testing dan tracing serta aktifnya kesadaran masyarakat untuk mau melakukan tes," katanya ketika dihubungi Beritasatu.com, Selasa (20/4/2022).

Kemenkes sendiri belum mengetahui secara pasti apakah daerah-daerah tersebut sudah terjadi pembentukan imunitas secara alami (tanpa vaksinasi) atau belum.

dr Nadia menyebut bisa saja mereka yang termasuk sudah mendapatkan kadar antibodi secara alamiah, sebagai hasil sero survei yang dilakukan Kemenkes bahwa ada 99,2% masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi terhadap Covid-19, baik yang diperoleh dari vaksinasi Covid-19 maupun infeksi alamiah.

Baca juga:Woow.., Ada Belasan Juta Vaksin Kedaluarsa, Ini Kata Kemenkes

"99,2% itu adalah penduduk Jawa Bali, bisa saja karena sebagian sudah mendapatkan imunitas alami. tetapi bisa juga karena mobilitas yang rendah di daerah tersebut migrasi keluar masuk juga tidak sebesar seperti di Jawa Bali," ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes itu.

Namun, ia menyarankan mereka yang sudah memiliki antibodi alami, tetap masih perlu sertifikat vaksin, sehingga mereka pun dapat memiliki haknya melakukan aktivitas seperti perjalanan, ke mal, transaksi di bank, dan lainnya.

"Masih tetap harus vaksin Covid-19 karena imunitas alami akan turun lebih cepat dan variasi titer antibodinya variatif. Maka tetapa harus vaksinasi untuk memastikan titer antibodinya sama tinggi sesuai kajian ilmiah," pungkas dr Nadia.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN