Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Managing Partner Inventure Yuswohady di acara Nextgen Summit 2021 sesi diskusi Mencetak Generasi Tangguh yang digelar Beritasatu Media Holdings, Selasa, 6 April 2021.

Managing Partner Inventure Yuswohady di acara Nextgen Summit 2021 sesi diskusi Mencetak Generasi Tangguh yang digelar Beritasatu Media Holdings, Selasa, 6 April 2021.

Diterpa Banyak Krisis, Generasi Milenial Dinilai Bisa Lebih Tangguh

Selasa, 6 April 2021 | 13:15 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  - Managing Partner Inventure Yuswohady mengungkapkan, generasi milenial sebetulnya punya cukup modal untuk lebih resilience atau lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada. Pasalnya generasi yang lahir tahun 1981-1996 tersebut sudah melewati cukup banyak krisis yang diyakini akan membuat mereka lebih kuat.

“Generasi milenial menghadapi tantangan yang luas biasa dari masa ke masa. Dimulai saat krisis moneter tahun 1998, kemudian krisis global tahun 2008, dan sekarang ini krisis akibat pandemi Covid-19. Mereka lahir di tengah begitu banyak bencana, kesulitan, sehingga ini bisa membentuk mereka menjadi generasi yang resilience, generasi yang tangguh,” kata Yuswohady dalam acara Nextgen Summit 2021 sesi diskusi “Mencetak Generasi Tangguh” yang digelar Beritasatu Media Holdings, Selasa (6/4/2021).

Karena sudah melewati banyak tantangan di masa kecil hingga remaja, Yuswohady meyakini generasi milenial akan lebih kuat dan tahan banting ketika menghadapi tekanan.

“Kita kalau dengar milenial kan hobinya liburan, narsis, ke café, tidak mau susah-susah. Tetapi dengan berbagai bencana yang dihadapi, saya akhirnya berkesimpulan bahwa generasi milenial ini generasi yang tahan banting. Dia hidup di era yang turbulensinya luar biasa. Ini kemudian membentuk values dan behavior dari dia, jadi pola hidupnya menjadi lebih kuat,” Yuswohady.

Namun, keistimewaan ini juga tidak bisa diandalkan begitu saja. Menurut Yuswohady, generasi milenial juga harus terus membangun curiosity atau perasaan ingin tahu. Selain itu, penting juga untuk membangun kolaborasi di era yang serba ekosistem seperti saat ini.

“Di abad yang disruptif, imajinasi dan curiosity menjadi sangat-sangat kritikal atau menjadi survival skill. Kemudian yang juga penting adalah agility dan adaptasi karena perubahannya sangat cepat. Dan yang terakhir adalah kolaborasi, karena sekarang ini semuanya serba ekosistem, terhubung satu sama lain, sehingga pola pikirnya juga harus kolaborasi,” kata Yuswohady.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN