Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria/ Foto: SP/Joanito De Saojoao

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria/ Foto: SP/Joanito De Saojoao

DKI Relaksasi Penerbitan Izin Usaha Mikro Kecil

Sabtu, 12 September 2020 | 19:03 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor,id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan kemudahan kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19 melalui program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) bidang UMKM.

Kemudahan tersebut diberikan dalam bentuk relaksasi penerbitan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), Akad Kredit Usaha, dan Penyerahan Akte Pendirian Koperasi pada 21 Kampung Prioritas yang tersebar di 10 Kecamatan di Provinsi DKI Jakarta.

“Saya sampaikan selamat kepada teman-teman yang mendapatkan izin usaha mikro, mendapatkan akta kredit dan izin pendirian koperasi yang hari ini secara resmi diserahkan,” kata Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan didampingi Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria saat meresmikan program tersebut secara daring di Balai Kota Jakarta, Jumat (11/9).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Wagub Ahmad Riza Patria. Sumber: BSTV
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Wagub Ahmad Riza Patria. Sumber: BSTV

Menurut Anies, pemulihan sektor usaha mikro menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta. Sehingga, memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha mikro untuk berkembang.

“Bapak dan ibu yang menerima surat izin, akta kredit dan pendirian koperasi, pada dasarnya kami ingin negara hadir untuk semua, karenanya kita proaktif jemput bola. Supaya teman- teman dapat akses keuangan dan modal agar usahanya berkembang,” ungkapnya.

Selain itu, Anies berharap, mereka yang sudah mendapatkan izin usaha, dapat memanfaatkan kemudahan tersebut sebaik-baiknya untuk lebih menbangkan usahanya dari mikro menjadi menengah hingga nantinya berskala besar. Untuk yang medapatkan akses kredit, diminta menjaga kepercayaan kreditur dengan menaati segala ketentuan.

“Kita berharap izin ini dimanfaatkan sebaiknya, jaga kepercayaan pelanggan dan lembaga keuangan. Karena kegiatan usaha adalah kegiatan kepercayaan, karena itu jaga dengan baik. Pastikan setiap kegiatan usaha dijalankan dengan komitmen sehingga usaha mikro berkembang,” tegasnya.

Tiga Jurus

Pemprov DKI Jakarta mempunyai tiga jurus untuk memulihkan aktivitas ekonomi khususnya UMKM di tengah Covid-19. UMKM dinilai merupakan salah satu sektor yang paling terdampak lantaran wabah Covid-19.

“Ada tiga hal yang kami lakukan, yakni pertama, melakukan relaksasi IUMK, kedua pemberian kredit pemula dan penyaluran dana PEN (penyelamatan ekonomi nasional) dari Bank DKI, dan (ketiga) pembentukan koperasi di kampung prioritas,” ujar Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Sri Haryati dalam acara seremonial secara virtual Pemulihan UMKM di Jakarta, Jumat (11/9).

Sri menjelaskan, program relaksasi pemberian IUMK merupakan terobosan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) DKI. Program relaksasi ini diwujudkan dalam bentuk layanan jemput bola kepada pelaku UMK dengan memanfaatkan layanan antar jemput izin bermotor (AJIB) dan simplifikasi persyaratan perizinan.

“Sejak dimulainya program relaksasi ini, pemberian IUMK dari 6 Juli 2020 sampai 8 September 2020, tercatat sebanyak 43.950 IUMK yang diterbitkan bagi pelaku usaha di Jakpreneur dan nonbinaan,” ujar Sri.

Padahal, kata Sri, IUMK yang diterbitkan dari Januari hingga 6 Juli 2020 atau sebelum dimulainya program ini, hanya sebanyak 6.952 dengan jalur yang biasa. Jumlah IUMK tersebut meningkat secara signifikan sejak adanya program relaksasi pemberian IUMK, mencapai angka 43.950.

“Jadi, untuk tahun 2020 saja, sudah diterbitkan sebanyak 50.902 IUMK dengan omzet yang dicatat oleh pelaku UMK sebesar Rp 369 miliar,” ungkap dia. Langkah kedua, lanjut Sri, adalah pemberian kredit pemula melalui 25 Jakpreneur dan penyaluran dana PEN oleh Bank KDI merupakan program yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMK sebagai tambahan modal kerja maupun investasi.

“Pada periode September terdapat 153 UMK yang dalam proses pengajuan kredit modal kerja dengan total penyaluran sebesar Rp 38,8 miliar. Angka ini akan terus bertambah, kita semua berupaya agar kredit ini bisa dimanfaatkan oleh semua UMK yang ada di Jakarta,” imbuh dia.

Terakhir, kata Sri, adalah program pembentukan koperasi di 12 kampung prioritas. Program ini merupakan terobosan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta.

“Adapun tujuan didirikan koperasi berbadan hukum ini antara lain diharapkan dapat membangun dan mengembangkan potensi ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya di kampung prioritas tersebut,” pungkas Sri. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN