Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Satgas  Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Sumber: BSTV

Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Sumber: BSTV

Doni Monardo: Angka Kesembuhan Indonesia di Atas Standar WHO

Jumat, 23 Oktober 2020 | 05:00 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan angka kesembuhan Indonesia terus membaik meski angka kematian pasien Covid-19 masih berada di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Doni menegaskan kenaikan angka kesembuhan itu merupakan sebuah prestasi yang luar biasa. Jumlah pasien yang sembuh saat ini sebanyak 301.006 orang dari total kasus 377.541 orang.

“Angka kesembuhan dari tanggal 20 September pada posisi 72,5% dan kita di bawah standar WHO waktu itu kalau tidak salah WHO sekitar 74-75%. Tanggal 21 Oktober itu berada pada posisi 79,73%. Berarti ada penambahan kasus sembuh mencapai lebih dari 7,20%,” kata Doni dalam diskusi Satgas Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (22/10).

Doni mengatakan, pencapaian tersebut berarti tenaga kesehatan di Indonesia terutama dokter semakin banyak pengalaman dalam merawat pasien Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut Doni mengucapkan terima kasih atas usaha yang dikeluarkan tenaga kesehatan yang telah bekerja keras membuat angka kesembuhan di seluruh daerah mengalami peningkatan.

Tapi dia juga mengakui bahwa angka kematian pasien Covid-19 di Indonesia masih berada di atas standar WHO yaitu 3,45%, atau berada di atas standar global 2,8%.

Doni mengatakan, angka kematian tertinggi ditemukan pada pasien yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti hipertensi, diabetes, kanker dan penyakit paru-paru.

“Kami sekal i lagi mengingatkan kepada saudarasaudara semuanya yang memiliki penyakit atau gejala penyakit yang sudah kami sampaikan tadi itu harus betul-betul berhati- hati,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu.

Doni Monardo. Foto: BSTV
Doni Monardo. Foto: BSTV

Pada kesempatan itu, Doni meminta masyarakat untuk tidak kendor melakukan protokol kesehatan yaitu menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan (3M) sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19 menjelang liburan panjang pekan depan.

“Kita tidak boleh takabur, tidak boleh kendor bahwa bangsa kita masih bisa mengendalikan kasus Covid-19 dengan maksimal sementara beberapa Negara sekarang mengalami peningkatan kasus,” katanya.

Diketahui, kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.432 dalam data yang dikumpulkan selama 24 jam terakhir sampaiKamis (22/10) siang WIB.

Dengan penambahan ini maka total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 377.541. Jumlah tersebut berdasarkan pemeriksaan spesimen sebanyak 43.928. Sedangkan kasus sembuh bertambah 3.497 sehingga total menjadi 301.006. Untuk kasus meninggal bertambah 102 menjadi 12.959.

Terdapat kasus suspect 164.346. Sebanyak 501 kabupaten/kota dari 34 provinsi sudah terdampak Covid-19.

Test PCR

Penetapan batas tertinggi harga tes swab mandiri. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Penetapan batas tertinggi harga tes swab mandiri. Foto ilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

Doni mengatakan kemampuan Indonesia untuk melakukan pemeriksaan menguji specimen Covid-19 telah meningkat jauh dibandingkan masa awal pandemi. Standar WHO untuk pemeriksaan dengan negara berpenduduk 267 juga orang seperti Indonesia adalah 267.000 orang per pekan. Sementara itu saat ini rata-rata Indonesia mampu memeriksa sampel sekitar 33.000 orang, atau 231.000 orang per pekan.

“Ini peningkatan yang luar biasa pada awal kita melakukan pemeriksaan laboratorium itu, kemampuan kita mungkin hanya belasan persen saja dari standar yang ditetapkan WHO dan sekarang sudah berada pada posisi 82,51%. Sebuah angka yang harus kita akui cukup membanggakan,” kata Doni.

Menurut Doni, awalnya banyak pihak yang pesimits Indonesia tidak mampu atau kurang serius melakukan pemeriksaan Covid-19.

“Tapi ternyata sekarang sudah sangat bagus sekali,” tegasnya.

Awalnya Presiden Joko Widodo menargetkan 10.000 spesimen per hari pada periode April-Mei 2020 tapi kemudian targetnya meningkat menjadi 30.000 spesimen.Saat ini, Indonesia telah bisa melakukan pengujian lebih dari 40.000 spesimen per hari.

Doni mengakui bahwa pada awal pandemi, kemampuan Indonesia untuk melakukan pengujian spesimen memang rendah karena keterbatasan laboratorium dan ketiadaan teknologi untuk mengujinya.

Namun, berkat kerja keras semua komponen dan atas saran dari Presiden Joko Widodo maka tim Kementerian Kesehatan dan Satgas Covid-19, yang dulu bernama Gugus Tugas, mengadakan pengadaan reagen dan mesin PCR.

Pengadaan itu didistribusikan ke semua daerah dan secara bertahap dari puluhan kini menjadi 376 laboratorium yang bisa melakukan pemeriksaan specimen Covid-19.

Meski jumlah laboratorium sudah cukup memadai tapi masih terdapat keterbatasan dalam jumlah petugas laboratorium.

Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Sumber:  BSTV
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Sumber: BSTV

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid 19, Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah masih bekerja keras untuk mencapai kapasitas tes sesuai target WHO.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pemerataan kapasitas tes di masing- masing daerah, dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

“Tantangan terbesar yang kita hadapi saat ini adalah kenyataan bahwa Indonesia berbentuk negara kepulauan, dimana ini berbeda dengan negara-negaralain di dunia, sehingga ada kendala besar dalam hal transportasi logistik,” ujar dia.(b1/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN