Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian  dalam webinar Hari Pendidikan Nasional bertema Mempersiapkan Sekolah Tatap Muka dan Masa Depan Format Pendidikan yang digelar oleh Beritasatu Media Holdings, Rabu (5/5/2021).

Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian dalam webinar Hari Pendidikan Nasional bertema Mempersiapkan Sekolah Tatap Muka dan Masa Depan Format Pendidikan yang digelar oleh Beritasatu Media Holdings, Rabu (5/5/2021).

DPR: Masih Banyak Guru Beranggapan Covid-19 Tidak Berbahaya

Rabu, 5 Mei 2021 | 22:13 WIB
Natasia Christy Wahyuni

JAKARTA, investor.id -  Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengatakan pemerintah dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) harus memberikan perhatian kepada sejumlah guru yang masih beranggapan Covid-19 tidak berbahaya. Guru mempunyai peran penting dalam keberhasilan pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada Juli mendatang.

“Saya menemukan banyak guru yang masih beranggapan bahwa virus corona tidak begitu berbahaya. Ini perlu perhatian khusus, perlu bantuan juga teman-teman PGRI,” kata Hetifah dalam webinar Hari Pendidikan Nasional bertema “Mempersiapkan Sekolah Tatap Muka dan Masa Depan Format Pendidikan” yang digelar oleh Beritasatu Media Holdings, Rabu (5/5/2021).

Hetifah mengatakan persiapan pembelajaran tatap muka butuh sinergi semua pihak. Untuk itu, kepala sekolah bisa melakukan pelatihan wajib dalam rangka memberikan pemahaman yang sama kepada seluruh guru terkait situasi pandemi Covid-19 saat ini.

"Semua harus betul-betul memahami. Kalau perlu, pelatihan wajib kepala sekolah supaya betul-betul punya pemahaman sama,” kata Hetifah.

Hetifah mengatakan persiapan pembelajaran tatap muka harus dilakukan sungguh-sungguh, mengingat situasi Covid-19 belum mereda ditambah tidak adanya rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

“Kalau Juli penularannya menurun, bisa dilakukan pembelajaran tatap muka, tapi kalau tidak maka harus ada Plan B. Bagaimana pembelajaran optimal, meskipun PJJ (pembelajaran jarak jauh), tapi lebih baik daripada PJJ sekarang,” kata Hetifah.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN