Menu
Sign in
@ Contact
Search
Polisi menata barang bukti uang tunai rupiah kasus investasi ilegal. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc)

Polisi menata barang bukti uang tunai rupiah kasus investasi ilegal. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc)

Gara-gara Investasi Ilegal, Masyarakat Rugi Rp 2,9 Triliun

Sabtu, 17 September 2022 | 21:02 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Satgas Waspada Investasi (SWI) mencatat kerugian masyarakat akibat investasi ilegal pada periode Januari-Agustus 2022 mencapai Rp 2,9 triliun. Masih tingginya nilai kerugiannya tersebut perlu diantisipasi dari sisi pelaku dan kewaspadaan masyarakat.

Berdasarkan data SWI, nilai kerugian masyarakat akibat investasi ilegal sudah lebih tinggi dari catatan sepanjang tahun 2021 sebesar Rp 2,5 triliun. Tapi relatif menurun dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. "Ini investasi ilegal, dalam lima tahun terakhir ini Rp 16,7 triliun per Agustus 2022," kata Ketua Satgas Waspada Investasi Ilegal (SWI) Tongam L Tobing di Jakarta, Jumat (16/9/2022).

Bahkan, berdasarkan data historis tahun 2011-2020, kerugian masyarakat akibat investasi ilegal mencapai Rp 114,9 triliun. Catatan kerugian terbesar yakni pada tahun 2011 senilai Rp 68,62 triliun, dengan kontribusi utama kasus Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) senilai Rp 45 triliun untuk sekitar 1.000 korban.

Baca juga: Dua Tersangka Investasi Ilegal DNA Pro Akademi Beromzet Rp 300 Miliar

Menurut Tongam, penyebab maraknya investasi ilegal mesti dipandang dari dua sisi yakni pelaku dan masyarakat yang dirugikan. Dari sisi pelaku, saat ini mudah untuk mereka membuat aplikasi, web, atau melakukan penawaran langsung melalui media sosial. Selain itu, penindakan juga menjadi sulit ketika banyak server berada di luar negeri.

Sedangkan di sisi lain, masih banyak masyarakat yang mudah tergiur dengan penawaran bunga tinggi seiring dengan belum memahami betul karakteristik investasi. Sehingga penting bagi masyarakat untuk mulai menyadari dan paham karakteristik dari investasi.

SWI pun membeberkan sejumlah langkah mudah untuk mengidentifikasi penawaran dari platform investasi ilegal. Antara lain menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu cepat, menjanjikan bonus dari perekrutan anggota baru, dan terkadang memanfaatkan tokoh masyarakat/tokoh agama/public figure untuk menarik minat investasi.

Lebih lanjut, masyarakat bisa mengidentifikasi produk investasi ilegal jika penawaran yang diberikan disebut tanpa risiko (free risk). Kemudian jika semua hal di atas lolos tahap klasifikasi, masih perlu bagi masyarakat untuk mengecek legalitas produk/layanan, termasuk legalitas lembaga yang menawarkan investasi tersebut.

Baca juga: Ketua DPR Sorot Masifnya Praktik Investasi Ilegal

Adapun sejak 2017 sampai dengan Agustus 2022, SWI telah menutup setidaknya sebanyak 1.170 entitas investasi ilegal. Di antaranya merupakan entitas-entitas yang berkegiatan untuk menawarkan investasi cryptocurrency, money game, investasi forex, dan MLM ilegal. Jumlah entitas investasi ilegal yang ditemukan dan ditindak menunjukkan tren penurunan.

Pinjol Ilegal

Selain investasi ilegal, Tongam mengatakan, penindakan atau pemberantasan turut dilakukan pada entitas-entitas pinjaman online (pinjol) ilegal. Sampai Agustus 2022 SWI telah melakukan penindakan pada sebanyak 4.160 entitas pinjol ilegal.

Salah satu modus yang disorot Tongam adalah pinjol ilegal yang berkedok sebagai koperasi. Karena ada sebanyak 403 pinjol ilegal yang terdeteksi memakai modus tersebut dari total 4.160 entitas pinjol ilegal yang masuk radar dan telah ditindak SWI.

"Jadi kalau ada KSP (koperasi simpan pinjam) menawarkan pinjaman ke selain anggotanya atau di luar calon anggota, kami pastikan ilegal. Karena KSP dilarang menyalurkan kredit atau pinjaman bukan anggota atau calon anggota," jelas dia.

Baca juga: Satgas Tutup Tujuh Entitas Investasi Tanpa Izin dan 100 Pinjol Ilegal

Tongam menjelaskan, memang setiap hari sampai saat ini SWI yang berisi 12 kementerian/lembaga terus melakukan patroli siber untuk memberantas kehadiran pinjol ilegal. Namun inisiatif tersebut hanya mampu mengambil andil pencegahan dan terbukti entitas pinjol ilegal masih terus muncul.

Karena itu, kata dia, diperlukan inisiatif lebih tegas guna melakukan penindakan yang lebih tegas. Menurut Tongam, pinjol ilegal baru menyentuh delik materiil dan belum masuk suatu tindak pidana. Sehingga perlu dasar hukum SWI bisa melakukan penyidikan lebih dalam untuk memberantas pinjol ilegal.

"Nah kita harapkan di dalam UU yang baru, sekarang kan sedang ada pembahasan mengenai omnibus law P2SK. Kita berharap di sana ada pasal yang mengatur bahwa pelaksana pinjaman online tanpa izin itu pidana. Sehingga tanpa korban pun, kita bisa melakukan penyidikan. Itu yang kita harapkan," ucap Tongam.

Tapi seiring dengan upaya penindakan, masyarakat pun diharapkan bisa ikut berperan dalam memberantas pinjol ilegal. Dalam hal ini masyarakat mesti jeli dan waspada untuk tidak mudah memberikan akses data dan kontak dalam ponsel kepada pihak-pihak lain.

Baca juga: Marak Pinjol Ilegal, Kominfo Tingkatkan Pemahaman dan Kesadaran Masyarakat tentang Produk Keuangan Digital

"Jadi kekuatan dari pinjol ilegal itu adalah data dan kontak HP. Oleh karena itu masyarakat jangan sekali-kali mengizinkan kalau ada aplikasi yang meminta akses itu. Jangan, karena itu pasti ilegal. Karena fintech legal itu hanya bisa mengakses tiga, mikrofon, kamera, dan lokasi," ungkap Tongam.

Terbaru, SWI membuka posko aduan bagi masyarakat terdampak pinjol ilegal. Posko ini dinamakan Warung Waspada Pinjol di The Gade Coffee & Gold, bilangan Gambir, Jakarta, yang beroperasi pada minggu ke-2 dan ke-4 setiap bulan.

"Posko ini khusus pinjol ilegal dulu, sementara. Pangsa pinjol ilegal ini masyarakat berpenghasilan rendah yang aksesnya sulit kemana-mana. Kalau yang investasi ilegal kan banyak orang kaya, seperti di robot trading," ujar Tongam.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com