Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung DPRD DKI disemprot disinfektan. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Gedung DPRD DKI disemprot disinfektan. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Gedung DPRD DKI Kembali Ditutup 2 Pekan ke Depan

Selasa, 11 Agustus 2020 | 07:26 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – DPRD DKI kembali memberlakukan pembatasan aktivitas kantor selama dua pekan ke depan. Hal itu karena ada penambahan anggota dewan dari dua fraksi dan Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) terpapar Covid-19. Penutupan sebelumnya dilakukan pada 2-9 Agustus 2020.

“Dalam masa pembatasan seluruh aktivitas akan diawasi dengan ketat. Langkah ini diam bil sebagai upaya mitigasi penyebaran Covid-19,” kata Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi di Jakarta, Senin (10/8)

Menurut dia, selama dua pe kan itu juga seluruh bagian gedung akan disterilisasi disinfektan. Penyemprotan disinfektan akan terus dilakukan secara berkala.

“Selama dua pekan itu juga yang tidak berkepentingan dilarang masuk area DPRD DKI," kata Pras, panggilan akrab Prasetio Edi Marsudi.

Gedung DPRD DKI disemprot disinfektan. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Gedung DPRD DKI disemprot disinfektan. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Pras mengaku, keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama empat wakilnya, Mohamad Taufik, Abdurrahman Suhaimi, Misan Samsuri, dan Zita Anjani. Seluruh kegiatan hanya akan dilakukan dengan mengutamakan skala prioritas.

Seperti persiapan pembahasan draf usulan APBD Perubahan tahun anggaran 2020.

Di luar itu, seperti penerimaan aspirasi masyarakat dan penerimaan kunjungan kerja DPRD daerah ke DPRD DKI Jakarta dihentikan sementara.

"Kalau untuk pembahasan APBD Perubahan tetap akan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Dalam rapat pembahasan ini juga akan diawasi, yang tidak berkepentingan dilarang masuk ruangan," ungkapnya.

Hingga kini draf usulan pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) masih di meja eksekutif. Pras mendesak agar Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) segera menyiapkan draf tersebut untuk dibahas bersama.

"Saya minta agar draf tersebut segera dikirim, supaya kita mengetahui perubahan APBD tahun 2020 yang akan dilakukan untuk apa saja," katanya.

Tes Swab

Swab Test kepada Pegawai Kecamatan. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Swab Test kepada Pegawai Kecamatan. Foto ilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

Pras meminta agar seluruh jajaran fraksi partai menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR) swab. Hal itu akibat bertambahnya angka positif di lingkungan DPRD DKI Jakarta.

"Mulai hari ini, sampai sepekan ke depan saya mewajibkan seluruh fraksi tanpa terkecuali menjalani tes swab, termasuk tenaga ahli dan PJLP di ma singmasing lantai fraksi," ujarnya.

Pras menjelaskan, tes swab perlu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di lingkungan DPRD DKI Jakarta.

Setelah sebelumnya ada anggota DPRD yang terpapar saat ini telah terjadi penambahan kasus positif Covid-19 baru.

"Ada anggota dan PJLP di dua fraksi yang terpapar. Ini yang harus kita antisipasi sejak dini," ungkap Pras.

Sebagai upaya mitigasi penularan, DPRD DKI Jakarta juga memberlakukan pembatasan aktifitas kantor selama dua pekan kedepan. Pras menjelaskan, dalam masa pembatasan, seluruh aktivitas akan diawasi dengan ketat.

Langkah tersebut diambil sebagai upaya mitigasi penyebaran Covid-19. Selama dua pekan itu juga seluruh bagian gedung akan disterilisasi disinfektan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia Tatri Lestari memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dilakukan tes PCR sebanyak 3.080 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut sebanyak 2.611 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 479 positif dan 2.132 negatif.

"Dari 479 kasus positif tersebut, 250 kasus adalah akumulasi data dari dua hari sebelumnya yang baru dilaporkan. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 43.600. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 47.018," terangnya, dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta, Senin (10/8).

Ia menjelaskan, WHO telah menetapkan standar jumlah tes PCR adalah 1.000 orang per 1 juta penduduk per minggu.

Berdasarkan WHO, Jakarta harus melakukan pemeriksaan PCR minimum pada 10.645 orang (bukan spesimen) per minggu atau 1.521 orang per hari.

"Saat ini jumlah tes PCR di Jakarta setiap pekan adalah empat kali lipat standar WHO," imbuhnya.

Tes PCR di Jakarta dilakukan melalui kolaborasi 54 Laboratorium Pemerintah Daerah, Peme rintah Pusat, BUMN, dan swasta. Pemprov DKI Jakarta membe rikan dukungan biaya tes kepada Laboratorium BUMN dan swasta yang ikut berjejaring bersama dalam pemeriksaan sampel program.

Sementara itu, penambahan kasus positif pada hari ini sebanyak 479 kasus. Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta saat ini sebanyak 8.807 (orang yang masih dirawat / isolasi), sedangkan jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 26.193 kasus.

Dari jumlah tersebut, 16.446 orang dinyatakan telah sembuh dan 940 orang meninggal dunia. Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 7,8%, sedangkan Indonesia sebesar 15,5%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN