Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi KPK. (Foto: Beritasatu.com)

Ilustrasi KPK. (Foto: Beritasatu.com)

Geledah Plaza Summarecon, KPK Sita Bukti Kasus Suap Perizinan Apartemen

Senin, 8 Agustus 2022 | 19:20 WIB
Fana Suparman (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Plaza Summarecon di wilayah Jakarta Timur terkait kasus dugaan suap pengurusan izin mendirikan bangunan apartemen Royal Kedhaton di Yogyakarta. Kasus itu telah menjerat VP Real Estate PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Oon Nushihono dan mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

"Tim penyidik selesai melaksanakan upaya paksa penggeledahan di wilayah Jakarta Timur, yaitu Plaza Summarecon," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (8/8/2022).

Dari penggeledahan itu, tim penyidik menemukan alat bukti diduga terkait suap perizinan apartemen. Alat bukti berupa dokumen itu selanjutnya diamankan tim penyidik.

"Di lokasi tersebut selanjutnya ditemukan dan diamankan antara lain berbagai dokumen hingga alat elektronik yang diduga berkaitan dengan perkara," kata Ali.

Baca juga: Geledah Rumah Petinggi Summarecon, KPK Sita Dokumen Penting

Ali mengatakan alat bukti itu akan segera dianalisis dan disita. Hal ini untuk melengkapi melengkapi berkas perkara kasus dugaan suap pengurusan IMB apartemen Royal Kedhaton yang digarap anak usaha Summarecon Agung, PT Java Orient Property.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan petinggi PT Summarecon Agung Tbk Oon Nushino sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan IMB apartemen Royal Kedhaton di Yogyakarta.

Selain Oon, KPK juga menjerat mantan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti; Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta, Nurwidhihartana; dan sekretaris pribadi merangkap ajudan Haryadi Suyuti, Triyanto Budi Yuwono.

Haryadi melalui Triyanto dan Nurwidhihartana diduga menerima suap US$ 27.258 dari Oon untuk memuluskan IMB apartemen Royal Kedhaton yang digarap anak usaha Summarecon Agung, PT Java Orient Property. Pemberian suap kepada Haryadi ini diduga berdasar kesepakatan para direksi Summarecon.

Dalam pengembangan kasus ini, KPK menetapkan Direktur Utama PT Java Orient Property, Dandan Jaya Kartika sebagai tersangka.

Baca juga: KPK Tetapkan Tiga Tersangka Suap Restitusi Pajak Tol Solo-Kertosono

KPK memastikan akan terus mengembangkan kasus ini. Bahkan, lembaga antikorupsi menegaskan tak segan untuk menetapkan Summarecon sebagai tersangka korporasi sepanjang ditemukan bukti permulaan yang cukup untuk menjerat perusahaan properti itu.

"Bila kemudian memang ditemukan adanya cukup bukti keterlibatan pihak lain, siapa pun itu termasuk Korporasi maka akan kami tindak lanjuti," kata Ali Fikri, beberapa waktu lalu.

Ali mengatakan, penyidik akan menelisik dugaan adanya kesepakatan dewan direksi SMRA dalam menyiapkan duit, guna memperlancar pengusulan penerbitan izin pembangunan Apartemen Royal Kedhaton, ke Pemkot Yogyakarta.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com