Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Operasi TMC untuk modifikasi cuaca. Sumber: BSTV

Operasi TMC untuk modifikasi cuaca. Sumber: BSTV

Hari ke-6 Modifikasi Cuaca, BPPT-TNI AU Tebar 22 Ton Garam

Sabtu, 27 Februari 2021 | 15:22 WIB
Natasia Christy Wahyuni

JAKARTA, investor.id – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama TNI Angkatan Udara (AU) terus melaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mereduksi curah hujan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Operasi TMC yang memasuki hari keenam, Jumat (26/2/2021), menggunakan pesawat CN-295 dan Casa 212 serta bahan semai dengan total berjumlah 22.000 kg (22 ton) garam (NaCl).

“Penambahan bahan semai merupakan bagian dari penambahan jumlah sorti (penerbangan) yang dilakukan guna mengantisipasi potensi hujan ekstrem di wilayah Jabodetabek,” sebut pernyataan Humas BPPT yang diterima Beritasatu, Sabtu (27/2/2021).

BPPT
BPPT

Ditambahkan, daerah yang disemai meliputi pantai Timur Lampung, Selat Sunda, Ujung Kulon sampai ke perairan Selatan Provinsi Banten. Operasi TMC menjadi upaya bersama BPPT dan TNI AU untuk mengurangi dampak banjir di daerah Jabodetabek. Hasilnya, intensitas hujan yang turun pun terus berkurang.

Operasi TMC dipusatkan dari Posko TMC di Lanud Halim Perdanakusuma serta didukung pesawat Casa 212 dan CN 295 dengan kapasitas angkut lebih besar. Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi pengulangan hujan ekstrem di wilayah Jabodetabek.

Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) Jon Arifian mengatakan curah hujan yang terjadi setelah 20 Februari 2021 sampai saat ini terus berkurang drastis. Hal tersebut terlihat dari kondisi parameter cuaca saat ini, yaitu menunjukkan perbedaan dari periode sebelumnya yakni pada 19 dan 20 Februari 2021. U

“Upaya TMC yang dilakukan ini lebih optimal, terlihat dengan berkurangnya jumlah awan terbentuk,” kata Jon.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN