Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tokoh Partai Golkar Akbar Tanjung (kiri) saat menerima kunjungan Henry Indraguna (kanan)

Tokoh Partai Golkar Akbar Tanjung (kiri) saat menerima kunjungan Henry Indraguna (kanan)

Optimistis Masa Depan Partai Golkar di Dapil Solo

Henry Indraguna Temui Akbar Tandjung

Minggu, 20 Juni 2021 | 13:03 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kepemimpinan Akbar Tandjung (AT) selama memimpin Partai Golkar telah teruji. Bahkan mampu berprestasi dengan menjadi kampium nomor wahid di Pemilu 2004 pascalengsernya Presiden Soeharto.

 Leadership Ketua Dewan Kehormatan DPP Golkar ini yang menginspirasi pengacara kondang Henry Indraguna yang kini berkiprah di Partai Beringin. Sosok Akbar Tanjung menjadi kiblat dan rujukan bagi perjuangannya untuk membesarkan dan memenangkan Golkar di Pemilu 2024 mendatang.

Pengabdian, dedikasi, loyalitas Ketua DPR-RI periode 1999-2004 dan menduduki beberapa jabatan terhormat di lembaga eksekutif sebagai menteri di Kabinet Presiden Soeharto dan BJ Habibie ini yang membawa Vice President Kongres Advokat Indonesia (KAI) tersebut harus diniati untuk bersilaturahmi menyambangi Bang Akbar sapaan akrab Akbar Tanjung.

"Kedatangan saya ke kantor Bang Akbar di Akbar Institute sangat diperlukan sebagai silaturahmi dan bentuk penghormatan kami yang muda kepada senior dan tokoh yang disegani di Golkar," ujar Henry Indraguna melalui keterangan tertulis, baru-baru ini.

Menurut Henry, silaturahmi kepada tokoh besar Golkar menjadi kebutuhannya untuk mendapatkan wejangan maupun arahan bagaimana cara membesarkan dan memenangkan partai. Terutama dalam agenda politik nasional di Pilkada, Pileg, dan Pilpres 2024. Terlebih pada Pemilu 2024, Ketua PPK Kosgoro 1957 ini berharap dirinya diberi penugasan dan tanggung jawab "menggarap" Dapil Solo Raya yang meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Boyolali dan Klaten.

Obsesinya ingin berbuat terbaik kembali untuk masyarakat Dapil Jateng V sangat beralasan mengingat modal politiknya sudah cukup signifikan untuk mengantarkannya ke DPR RI. Pada Pemilu 2019, Henry mampu meraih elektoral hingga 50.000 suara.

Namun karena partai yang dia bela sebelum bergabung dengan Golkar, tidak memenuhi Parliementary Treshold (PT) maka asanya untuk melangkah ke Senayan harus tertunda. Selain itu modal dirinya untuk didorong sebagai Cawakot Surakarta mendampingi Gibran Rakabuming Raka kala itu atau dimajukan sebagai Cabup Sukoharjo oleh partai besar menjadi portofolio buat Henry untuk bisa running di Dapil berat ini mendulang suara DPR RI untuk Golkar di Pileg 2024.

"Konsistensi dan keajegan Bang Akbar selalu bersama Golkar hingga disegani kawan maupun lawan politiknya yang mendorong saya untuk datang bersilahturahmi langsung menghadap beliau. Harapan tentunya, saya bisa menjadi sosok yang mampu membesarkan Partai Golkar dengan upaya mengagregasi dan bisa mengartikulasikan aspirasi serta memperjuangkan kehendak maupun kebutuhan masyarakat Solo Raya di tingkat pusat," ungkapnya. 

Usai menemui Akbar Tandjung, Henry mengakui bahwa sifat egaliter AT-lah yang membuat Tokoh Senior HMI ini selalu bisa diterima semua kelompok atau eksponen bangsa. Baik dari kubu hingga lawan politiknya.

"Hal yang dapat saya jadikan sebagai pelajaran dan perlu ditimba adalah bagaimana cara Bang Akbar bisa melakukan hal-hal yang terkadang dari nalar kita tidak bisa dicairkan jika ada perbedaan politik hingga nyaris terjadi konflik. Namun karena kepiawaiannya, kebuntuan hingga sudah deadlock pun, justru diujungnya bisa dicarikan solusi terbaik untuk tidak memecah soliditas partai. Itu yang selalu Abang tekankan kepada kader-kader yunior seperti saya," tutur Henry.

Hal ini juga tercermin dari cara mengelola partai sesenior dan sebesar Golkar, Akbar Tandjung selalu mengayomi kader-kader yang muaranya harus bisa membesarkan Partai Golkar, merangkul rakyat dengan menebar empati dan simpati kolega dan rivalnya hingga akhirnya mampu menjadi Ketua DPR pada saat itu dengan cara memperoleh suara terbanyak saat voting menentukan Pimpinan DPR RI.

"Selain bersilaturahmi, saya juga berdiskusi, meminta wejangan dan arahan yang tentunya dapat membangun serta memotivasi saya dengan cara berlajar dari pengalaman-pengalaman Bang Akbar selama menjadi kader Beringin. Sebab bagi saya selaku salah satu kader Partai Golkar, yang utama dan harus dijadikan sebagai pelajaran adalah pengalaman. Pengalaman adalah guru yang bijak menuntun kita untuk terus memperbaiki diri melangkah lebih baik dari sebelumnya," ungkapnya.

Pengalaman itu, lanjutnya, akan menjadi bekal dirinya untuk lebih maju termasuk mawas diri mengelola dan merawat konstituen, menjaga kekompakan dan kesolidan diantara sesama kader Partai Golkar, dan selanjutnya ngangsu(belajar) pengalaman senior mau mendatangi, mendengarkan, merasakan apa yang dirasakan rakyat lalu memberikan solusi atas kesulitan mereka.

"Jangan cuma bisa janji, tapi kita harus bisa memberi bukti. Kita harus bisa hadir di tengah-tengah kesulitan mereka agar rakyat selalu mencintai Golkar. Ojo ngapusi, opo maneh cidro janji (jangan membohongi, apalagi tidak menepati janji). Kalau sudah dalam tahap ini. Insya Allah, Golkar kembali dicintai rakyat dan akan memilihnya sebagai pemenang Pemilu karena rakyat rindu negeri ini dipimpin kader terbaik Golkar," tegas Henry.

Akbar Tandjung, kata dia, selalu mengingatkan agar para kader Golkar bermental pejuang, tidak cemen, baperan, dan ikut-ikutan mengikuti gendang yang ditabuh kompetitor, misalnya larut dengan manuver partai lain memproduksi narasi-narasi yang kontraproduktif melawan pemerintahan saat ini. Doktrin Golkar, Karya Siaga, Gatra Praja, mengajarkan seluruh kader Golkar untuk produktif melayani masyarakat.

"Bang Akbar Tandjung juga berpesan agar selalu menjaga silaturahmi antara sesama kader partai, saling nguwongke (menghargai-red), mengutamakan persahabatan dan tetap solid sebab keberhasilan suatu partai ada di tangan para kader-kader partainya yang loyal dan militan," tuturnya.

Wejangan Akbar Tandjung ini, diungkapkan Henry akan selalu diingatnya. Karena AT merupakan politisi yang handal, teruji dan sangat mengayomi bagi semua kekuatan Golkar.

"Saya melihat sosok Bang Akbar sebagai role model yang patut diteladani. Sebab karakter beliau sangat mengedepankan persaudaraan dan solidaritas. Silaturrahmi sebagai sesama saudara menjadikan hubungan antar-kader jadi saling terikat batin. Hal ini terbukti pada saat memimpin organisasi kemahasiswaan mulai dari PB HMI, KNPI, Kahmi hingga di eksekutif sebagai menteri dan legislatif sebagai anggota parlemen hingga orang nomor satu di Senayan dan membuktikan sebagai pimpinan Beringin yang tahan uji, piawai menangkis serangan musuh yang berniat membubarkan Golkar, memformulasikan Golkar dengan paradigma barunya hingga reborn: mengembalikan Golkar menjadi pemenang pemilu 2004," paparnya.

Henry Indraguna berupaya merangkul seluruh kader-kader Partai Golkar daerah Dapil Solo Raya atau Jateng V yang dianggap sebagai dapil neraka. Untuk memenangkan hati rakyat dirinya akan terus bersilaturahmi, berdiskusi dan turun langsung ke lapangan atau akar rumput secara intens. Hal ini dilakukannya supaya dapat mengetahui betul hal-hal apa saja sebenarnya yang menjadi permasalahan dan dibutuhkan masyarakat.

"Melaksanakan program-program Golkar harus tetap bergandengan tangan dengan kader-kader Golkar satu dengan lainnya agar dapat secara bersama-sama mengajak masyarakat dapat mengerti dan memahami bahwa apa yang dilakukan kader Golkar tersebut sejatinya untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Dan terbukti kader terbaik Golkar itu juga terbaik untuk rakyat," tambah Henry Indraguna.

Keberadaan kader terbaik di kabinet, kata Henry harus bisa dikawal dan disosialisasikan secara masif ke seluruh lapisan masyarakat.

"Terutama yang dilakukan Menko Perekonomian yang juga Ketum Partai Golkar sebagai panglima tertinggi dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional harus kita sukseskan bersama mulai dari pelaksanaan prokes, vaksinasi masal, penyaluran bantuan sosial untuk masyarakat dalam masa pandemi, memastikan roda ekonomi tetap berjalan di jalur yang benar maupun program di bidang ekonomi lainnya. Secara jelas dan tegas, dibutuhkan kerjasama yang baik dari seluruh kader Golkar dan masyarakat Indonesia. Karena keberhasilan Golkar adalah kemenangan rakyat Indonesia keluar dari krisis Pandemi ini. Dan tanpa dirigennya yang handal yakni Ketum Airlangga, mustahil orkestrasi ini bisa dinikmati dan berjalan sesuai harapan publik," tandas Henry.

 

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

BAGIKAN