Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Siswa siswi mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN 01 Pondok Labu, Jakarta Senin, Senin (3/1/2022). Foto ilustrasi:  BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Siswa siswi mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN 01 Pondok Labu, Jakarta Senin, Senin (3/1/2022). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

IDAI Sarankan PTM Buka Tutup, Ini Respons Kemendikbudristek

Sabtu, 15 Januari 2022 | 19:43 WIB
Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  -  Untuk  mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan agar mekanisme pembelajaran tatap muka (PTM) diberlakukan dengan skema buka-tutup. Alasannya, selain belum semua anak usia 6-11 tahun divaksin juga melihat perkembangan kasus Omicron yang mulai meluas.

Merespons hal tersebut, Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Jumeri mengatakan, pada prinsipnya Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 dirancang dan ditetapkan oleh 4 kementerian sampai saat ini tetap berlaku untuk  antisipasi penyebaran Covid-19 varian apapun.

“Jadi sudah ada di SOP (standar operasional procedure) sebagai lampiran SKB 4 Menteri tersebut,” ucap Jumeri saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (15/1/2021).

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Jumeri
Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Jumeri

Ia menuturkan, ketika ditemukan klaster sekolah, maka  skema buka-tutup sekolah  diterapkan.

“Kita sudah  buka tutup, ditutup jika ada kasus di sekolah itu semua sudah  ada SOP lengkap,” ucapnya.

Secara terpisah, Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbudristek,  Anang Ristanto menambahkan bahwa Kemendikbudristek terbuka terhadap masukan dari IDAI dan berbagai pihak lain  dalam implementasi SKB 4 Menteri

Ia menuturkan, pelaksanaan  PTM masih mengacu pada  SKB 4 Menteri yang disusun dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti para pakar epidemiologi, Satgas Covid-19 serta lintas kementerian dan lembaga.

“Pembahasan SKB Empat Menteri, termasuk terkait evaluasi PTM terbatas, juga melibatkan perwakilan dari dari daerah, masyarakat, dan berbagai mitra organisasi profesi. Kami juga selalu mengikuti perkembangan dinamika Covid-19 sesuai dengan Inmendagri,” ucapnya kepada Beritasatu.com. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN