Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). ( Foto: ebsedu.org )

Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). ( Foto: ebsedu.org )

Indonesia Kekurangan SDM Bidang Kecerdasan Artifisial

Senin, 2 November 2020 | 05:48 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Indonesia masih kekurangan sumber daya manusia (SDM) di bidang kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). Karena itu, UMG IdeaLab, perusahaan pusat inovasi teknologi 4.0, mendirikan Artificial Intelligence Center Indonesia (AiCI) yang terletak di Fakultas MIPA UI.

CEO dan Founder UMG IdeaLab, Kiwi Aliwarga mengakan pendirian AiCI tersebut merupakan komitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam memuluskan tantangan revolusi industri 4.0 Tanah Air pada bidang AI Learning dan Innovation.

Tak hanya itu, AiCI bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Universitas Indonesia (UI) juga berperan mengadakan pelatihan vokasi untuk meningkatkan kompetensi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Center of Excellence negeri di bidang AI pada September lalu.

“Di AiCI, kami mengajarkan AI tidak hanya di jenjang perguruan tinggi, namun juga tingkat sekolah, bahkan ada kurikulum AI untuk tingkat Sekolah Dasar. Hal ini demi menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri. Saat ini, jumlah SDM di bidang AI masih cukup langka,” ungkap Kiwi dalam keterangan pers yang diterima Investor Daily, belum lama ini.

Hal senada diungkapkan CEO Bahasa Kita, Oskar Riandi. Selain kendala SDM, Oskar menambahkan data set sebagai kendala kecerdasan artifisial, bahkan di level perusahaan besar di Indonesia. Bahasa Kita merupakan salah satu startup yang termasuk dalam ekosistem UMG IdeaLab di bidang pengembangan produk teknologi suara, bahasa, dan AI. Inovasi unggulan Bahasa Kita di antaranya adalah sistem transkrip rapat dan percakapan telepon serta analisisnya, translasi ucapan dari satu bahasa ke bahasa lain, voice enabled smart assistant, dan untuk keperluan industri berupa voice inspection, acoustic inspection, hingga voice biometric.

Menurut Oskar, teknologi AI pasti membutuhkan data set yang sangat besar. Karena itu pihaknya terus berusaha agar data set tersebut semakin besar dan bisa digunakan dalam domain yang beragam.

Terbukti, beberapa lembaga pemerintah menggunakan teknologi kami, seperti KPK, DPR-RI, hingga Kemenko Bidang Kemaritiman.

“Selain itu, kami juga fokus pada inovasi lokalisasi penggunaan bahasa di suatu daerah, dari dialek hingga bahasa serapan demi semakin memudahkan user dalam menggunakan teknologi kami,” ujar Oskar.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN