Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) yang dibangun PT Jasa Marga Tbk. Foto: Perseroan

Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) yang dibangun PT Jasa Marga Tbk. Foto: Perseroan

Infrastruktur yang Dibangun Pemerintah dan BUMN sangat Dinikmati Rakyat di Mudik Tahun Ini

Jumat, 6 Mei 2022 | 17:00 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pengamat Kebijakan Publik Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menilai tak banyaknya permasalahan yang berarti di mudik Lebaran kali ini tak lepas dari ketersediaan infrastruktur yang memadai. Selama pemerintahan Presiden Joko Widodo, pembangunan infrastruktur terus dikebut.

"Pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah melalui Menteri BUMN Erick Thohir sudah menunjukan hasil yang positif. Meski terjadi kemacetan, namun dampak pembangunan infrastruktur yang dilakukan Erick sudah dapat dirasakan oleh masyarakat," ujar Trubus pada Jumat (6/5/2022).

Advertisement

Baca juga: Dampak One Way, Lalu Lintas Simpang Susun Cawang Arah Cikampek Dialihkan

Trubus mencontohkan, infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan konektivitas.

Menurut Trubus, kebijakan membangun infrastruktur yang dilakukan selama ini melalui BUMN memiliki banyak manfaat.

Trubus menilai, utang yang besar untuk membangun jalan tol akan tertutup dengan prestasi pemerintah dalam memberikan layanan terbaik kepada publik. Infrastruktur jalan tol yang dibangun pemerintah melalui BUMN memberikan solusi konkret mengurangi dampak kemacetan akibat mudik lebaran.

"Jika tak ada pembangunan jalan tol, pasti terjadi kemacetan arus mudik yang luar biasa," ucap Trubus.

Terkait antrean panjang di Pelabuhan Merak, menurut Trubus bukan karena keterbatasan infrastruktur pelabuhan yang secara kapasitas Pelabuhan Merak sudah sangat memadahi untuk menampung arus mudik dan balik lebaran. Trubus menyebut hal ini terjadi lantaran belum ada pemisahan antara logistik dan penumpang. Trubus menilai pelabuhan barang harus dipisahkan dengan pelabuhan penumpang dengan memanfaatkan Pelabuhan Panjang dan Pelabuhan Bojonegara.

"Penumpukan penumpang di masa mudik Lebaran kali ini bukan karena keterbatasan infrastruktur pelabuhan. Tetapi karena penggelolaan pelabuhan yang tak optimal. Infrastruktur pelabuhan yang dibangun pemerintah melalui BUMN cukup," lanjutnya.

Trubus mengatakan, ada beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang belum optimal seperti Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga dan Bandar Udara Kertajati di Jawa Barat. Trubus mendorong Erick untuk terus meningkatkan sistem terintegrasi pada dua bandara tersebut.

"Memang saat ini BUMN sudah membuat sistem untuk pembelian tiket penyeberangan. Namun sistem tersebut masih memiliki kendala seperti belum terkoneksi dengan baik dan belum disosialisasikan ke masyarakat dengan baik," ungkap Trubus.

Selain itu, lanjut Trubus, Erick juga perlu transformasi SDM dalam meningkatkan pelayanan di pelabuhan dan jalan tol. Trubus juga meminta pemerintah melalui BUMN dapat segera menyelesaikan pembangunan jalan tol yang saat ini sudah memasuki masa konstruksi.

Baca juga: KAI Daop 1 Catat Kenaikan Pengguna KA yang Tiba di Jakarta Sejak 4 Mei

Tujuannya agar dapat mengurangi beban jalur arteri khususnya di Pantai Selatan Jawa. Beberapa jalur tol yang dipercaya mampu mengurangi beban lalu lintas di jalur arteri Pantai Selatan Jawa adalah jalur Tol Trans-Jawa yang menghubungkan Bawen-Jogja dan tol Tegal-Cilacap-Purwokerto.

Trubus meyakini integrasi tol yang menghubungkan Pantai Utara dengan Pantai Selatan akan mempermudah konektivitas masyarakat dan mengurangi beban di jalan arteri.

"Meski nantinya biaya tol yang dipungut mahal, namun masyarakat memiliki pilihan sesuai dengan kemampuannya. Membangun jalan tol dan merawatnya memerlukan biaya yang besar. Kalau harga tol tidak sesuai dengan biaya investasi dan perawatannya maka yang rugi masyarakat juga," kata Trubus.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN