Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi kekerasan. Foto: Beritasatu.com

Ilustrasi kekerasan. Foto: Beritasatu.com

Ini Pernyataan Uskup Agung Mgr Petrus Mandagi MSc Terkait Kekerasan di Merauke

Rabu, 28 Juli 2021 | 15:33 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Insiden kekerasan yang dilakukan 2 oknum anggota Pomau Lanud Merauke terhadap warga setempat bahkan hingga menginjak kepala   yang videonya viral di media sosial, telah mengundang keprihatinan dan protes berbagai kalangan. Tak terkecuali Uskup Keuskupan Agung Merauke Mgr  Petrus Canisius Mandagi MSc.

Dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Rabu (28/7/2020), Mgr Mandagi menyatakan beberapa poin penting.

Pertama, Uskup mengucapkan terima kasih kepada petinggi militer yang sudah dengan cepat melaksanakan tindakan hukum terhadap dua orang aparat militer Angkatan Udara yang melakukan tindak kekerasan yang tidak dibenarkan dengan alasan apapun.

“Kami mengutuk setiap tindak kekerasan terhadap manusia siapapun dengan alasan apapun. Setiap manusia, termasuk orang Papua, baik yang sehat maupun yang sakit adalah manusia yang merupakan gambaran Allah. Oleh karena itu, mereka tidak dapat diperlakukan secara kasar atau di luar kewajaran. Mereka adalah bukan hewan,” katanya.

Sebagai konsekuensinya, lanjut Uskup Mandagi, yang  melakukan tindak kekerasan terhadap manusia harus ditangkap, diadili dan dihukum seberat-beratnya.

Uskup Mandagi menilai, khusus terhadap orang Papua yang sudah terlalu lama mengalami sikap dan tindakan kekerasan dari pihak aparat militer dan mereka sungguh sudah terluka, hendaklah aparat militer meminta maaf dan berjanji akan merubah cara pendekatan  terhadap orang Papua.

“Hendaklah aparat militer mengasihi, menghargai dan melindungi orang Papua sebagai warga negara Indonesia seutuhnya. Penegakan hukum tetap harus dilakukan kepada siapapun yang bersalah atau yang melawan hukum baik itu orang Papua ataupun nonPapua. Namun demikian, penegakan hukum itu harus didasari dan sekaligus diwarnai dengan cinta, kelembutan dan bukan dengan dendam ataupun kekerasan sebagaimana yang ditunjukan oleh kedua aparat dari militer Angkatan Udara,” katanya.

Selanjutnya Uskup Mandagi mjengatakan mengingat banyak orang Papua yang sudah banyak terluka dengan sikap dan tindak kasar dan keras oleh oknum anggota militer, dimohon agar para anggota militer yang ditempatkan di Papua haruslah mendapat pembinaan khusus dalam hal karakter.

“Meskipun demikian, kami tidak menutup mata atas banyak anggota militer yang baik, yang menunaikan tugas dengan penuh cinta kasih bagi orang Papua secara khsusu. Kepada mereka kami berterima kasih,” tuturnya.

Terakhir Uskup Agung Merauke Mgr Petrus Mandagi berharap penyataan dirinya ini dapat memberi kesejukan semua pihak dan Merauke kembali damai seperti semula. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN