Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (IST)

Menkes Budi Gunadi Sadikin. (IST)

Ini Pesan Menkes kepada Kepala Daerah Terkait Vaksinasi

Minggu, 18 April 2021 | 13:11 WIB
Hendro D Situmorang

JAKARTA, investor.id  - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan pesan kepada para kepala daerah baik gubernur, bupati dan walikota terkait program vaksinasi.

"Pesan saya kepada seluruh teman-teman di daerah kepala daerah, Gubernur, Bupati dan Walikota terus jalankan program vaksinasi. MUI (Majelis Ulama Indonesia) sudah bilang bahwa selama bulan puasa vaksinasi tidak membatalkan puasa, jadi terus dijalankan," katanya saat konferensi pers yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (18/4/2021) terkait kedatangan vaksin Sinovac di Bandara Soekarno Hatta.

Kedua, lanjut Budi, penting juga diingat bahwa pada saat Ramadan nanti kemungkinan bahwa banyak keluarga yang ingin bertemu orang tuanya sangat tinggi.

"Jadi tolong dipastikan dalam sebulan ini prioritas diberikan vaksinasi kepada para lansia, sehingga mereka senior-senior kita ini bisa kita lindungi. Kalau nanti dikunjungi oleh keluarganya, mereka sudah relatif imunitasnya lebih baik," ungkapnya.

Ketiga, Budi juga menitip pesan untuk seluruh media, seluruh kepala daerah, bahwa ada kenaikan lonjakan gelombang yang tinggi di negara-negara di Eropa, negara Asia khususnya India, Filipina juga di Papua Nugini dan juga di negara Amerika Selatan seperti Chili dan Brasil.

"Perlu saya ingatkan di sini, jangan sampai program vaksinasi ini membuat kita tidak waspada. Jangan sampai program vaksinasi ini membuat kita terlena, kenapa karena virus masih ada dan bisa menular sehingga kita harus tetap menjaga protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan," ucap Menkes.

Ia mengingatkan jangan sampai program vaksinasi yang sudah berjalan dan program PPKM yang sudah berjalan yang bisa menurunkan kasus, membuat masyarakat menjadi tidak waspada dan tidak berhati-hati. Budi mengingatkan lonjakan bisa saja terjadi lagi bila tidak mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

"Jangan sampai usaha keras kita selama ini jadi sia-sia, karena kita lupa kurang waspada dan mari kita tetap menjalankan protokol kesehatan mencuci tangan dan menjaga jarak. Lalu kita juga vaksinasi terutama para lansia," ucap Budi.

Indonesia hari ini kedatangan 6 juta bulk (bahan baku) vaksin virus corona (SARS-CoV-2) produksi perusahaan asal Tiongkok, Sinovac. Dosis Sinovac yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta ini merupakan bahan baku (bulk) yang mesti diolah kembali melalui fasilitas Biofarma.

Kiriman tersebut ini merupakan kedatangan vaksin Covid-19 tahap ke-delapan di Tanah Air. Budi mengatakan jumlah tersebut merupakan bagian dari pengiriman 140 juta bulk Sinovac yang akan diterima Indonesia tahun ini.

"Dalam satu bulan ke depan kita bisa menerima tambahan sekitar 20 jutaan dosis lagi hasil produksi Biofarma asal kedatangan bulk vaksin ini," kata dia.

Budi berharap kedatangan vaksin Sinovac ini bisa mempermudah program vaksinasi Covid-19 khususnya di April hingga Mei. Ia juga menyoroti untuk warga lansia lebih dulu diprioritaskan dalam program vaksinasi Covid-19.

"Dengan demikian kita harapkan program vaksinasi seluruh daerah dan kabupaten dan kota, april dan mei lancar dan baik," tutupnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN