Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Jokowi Perintahkan Menpora Reformasi Total LADI

Jumat, 22 Oktober 2021 | 22:41 WIB
Lenny Tristia Tambun

JAKARTA, investor.id  – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali segera melakukan reformasi Lembaga Antidoping Indonesia (LADI) secara total.

Hal tersebut dikemukakan Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Bey Machmudin terkait rapat bersama Presiden dengan sejumlah menteri membahas saksi world anti-doping agency (WADA).

Rapat tersebut digelar sebagai tindak lanjut kasus tidak bisa dikibarkannya bendera Merah Putih saat para atlet Indonesia meraih Thomas Cup 2020 di Denmark beberapa hari lalu.

“Tadi membahas sanksi WADA,” kata Bey Machmudin kepada wartawan, Jumat (22/10/2021).

Bey mengungkapkan dalam rapat tersebut, Jokowi meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali segera melakukan reformasi Lembaga Antidoping Indonesia (LADI) secara total.

Tidak hanya itu, Jokowi juga meminta Menpora melakukan evaluasi internal dan investigasi secara menyeluruh terkait adanya sanksi WADA. Serta, meminta Menpora segera memperbaiki komunikasi dengan WADA.

“Dalam rapat tersebut, Bapak Presiden meminta dilakukan evaluasi internal dan investigasi secara menyeluruh, reformasi LADI secara total dan Menpora segera memperbaiki komunikasi dengan WADA,” terang Bey Machmudin.

Menurut Bey, rapat tersebut dipimpin Presiden Jokowi dan dihadiri Wapres Ma’ruf Amin, Menpora Zainuddin Amali, Menteri Sekretaris negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Wakil Menteri BUMN dan Ketua LADI.

Seperti diketahui, WADA atau Badan Antidoping Dunia mengirimkan formal notice terkait status Indonesia yang dinilai tidak mengikuti standar tes doping plan (TDP) pada 15 September 2021. WADA memberikan kesempatan 21 hari bagi Indonesia untuk memberikan klarifikasi.

Bila klarifikasi tidak dilakukan, maka Indonesia akan menerima sanksi berupa larangan penyelenggaraan even olahraga internasional di Tanah Air dan pelarangan pengibaran bendera Merah Putih dalam even olahraga internasional di luar negeri.

Sanksi itu sudah berjalan saat tim atlet badminton Indonesia meraih Thomas Cup 2020 di Denmark. Karena sanksi tersebut, maka bendera PBSI yang dikibarkan saat penyerahan Piala Thomas Cup 2020 diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Hal ini menuai kritik dari publik yang menilai pemerintah diam saja dengan adanya kasus tersebut.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN