Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Jokowi

Presiden Jokowi

Jokowi Sebut Inflasi Pangan Menakutkan

Kamis, 29 September 2022 | 17:09 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa yang paling ditakuti pemerintah saat ini adalah inflasi di sektor pangan, khususnya bahan makanan. Disebutkan,  hingga Agustus 2022 sektor pangan menjadi kontributor terbesar bagi inflasi nasional.

“Yang kita takuti saat ini adalah inflasi dari pangan. Bahan makanan. Ini juga menjadi kontributor terbesar hingga Agustus,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan  kepada seluruh jajaran Menteri/Kepala Lembaga, Kepala Daerah, Pimpinan BUMN, Pangdam, Kapolda, dan Kajati di  Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (29/9/2022).

Baca juga: Presiden Jokowi Pastikan Pemulihan Ekonomi Indonesia Relatif Kuat

Ia secara khusus mengingatkan kepada seluruh kepala daerah agar bersikap hati-hati dalam penanganan masalah pangan, karena akan berdampak signifikan bagi kehidupan masyarakat.  

“Urusan cabai merah, urusan bawang merah, urusan telur ayam. Hati-hati. Urusan tomat, urusan tahu, urusan mie instan, urusan tempe, dan beras. Cek harian, karena setiap hari saya tidak pernah sarapan pagi, tapi diberi sarapan angka-angka,” kata Presiden Jokowi.

Baca juga: Presiden Jokowi Serahkan Bansos di Kantor Pos Jailolo

Menurut Presiden Jokowi, dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian yang tinggi. Semua negara menghadapi kesulitan  dan ekonomi global juga sangat sulit diprediksi,  dikalkulasi  arahnya akan kemana, dan penyelesaiannya seperti apa.

“Ini akan terus akan saya ulang-ulang supaya kita sadar dan semuanya punya sense of crisis. Tiap hari, kita mendengar mengenai krisis pangan. Bayangkan ada 345 juta orang di 82 negara  menderita kekurangan pangan akut. Dan, ini yang betul-betul mengenaskan. Ada 19.700 orang setiap hari meninggal karena kelaparan,” ujarnya.

Baca juga: Presiden Jokowi Hentikan Impor Aspal Mulai 2024

Disebutkan, Indonesia  patut bersyukur pada bulan Agustus 2022 telah mendapatkan sertifikat pengakuan bahwa Indonesia sudah swasembada beras sejak tahun 2019 dan nilai  mempunyai sistem ketahanan pangan yang baik dari International Rice Research Institute (IRRI) didampingi FAO.

“Tapi jangan senang dulu karena dunia penuh dengan ketidakpastian. Krisis pangan, krisis energi. Kita baru saja menyesuaikan harga BBM. Coba dibandingkan  di negara lain harga bisa mencapai Rp 32 ribu per liter dan harga Gas  naik 500%,” kata Presiden Jokowi.

 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com