Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sumbangan Keluarga Akidi Tio Rp 2 triliun. 
Gubernur Sumsel Herman Deru (kiri) didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri menerima bantuan penanganan Covid-19 secara simbolis dari keluarga Akidi Tio di Mapolda Sumsel, Palembang, Senin (26/7). (ANTARA/HO-Pemprov Sumsel/21)

Sumbangan Keluarga Akidi Tio Rp 2 triliun. Gubernur Sumsel Herman Deru (kiri) didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri menerima bantuan penanganan Covid-19 secara simbolis dari keluarga Akidi Tio di Mapolda Sumsel, Palembang, Senin (26/7). (ANTARA/HO-Pemprov Sumsel/21)

Keluarga Akidi Tio Transfer Sumbangan untuk Penanganan Covid-19 Rp 2 Triliun, Bagaimana Ketentuan OJK?

Rabu, 28 Juli 2021 | 22:29 WIB
Herman

Jakarta, investor.id - Sumbangan untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) sebesar Rp 2 triliun dari keluarga almarhum Akidi Tio menyedot perhatian masyarakat. Rencana awalnya, sumbangan tersebut akan ditransfer langsung kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri. Dengan jumlah transfer uang sebesar itu, apakah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaturnya?

Juru bicara OJK Sekar Putih Djarot menyampaikan, bentuk regulasi yang ada di OJK adalah bank wajib menerapkan Know Your Customer (KYC). Dalam dunia perbankan, prinsip KYC berarti mengenali dan mengetahui identitas nasabah.

“Ini (KYC) hal  umum yang biasa dilakukan, dan bank tentu akan mempercepat prosesnya agar dana tersebut (sumbangan keluarga Akidi Tio) bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Sekar kepada Beritasatu.com, Rabu (28/7/2021).

Sementara itu, Direktur Riset Core (Center of Reform on Economics) Indonesia Piter Abdullah menyampaikan sebelumnya, kewajiban menerapkan KYC ini penting untuk memastikan tidak terjadi money laundering atau pencucian uang. Apalagi jumlah uangnya sangat besar.

“Jadi, sumber uangnya harus diketahui persis dari mana. Kalau tidak diketahui, bank tidak akan mau. Tetapi sejauh bank meyakini uang tersebut dari sumber yang benar, bukan money laundering, bank akan mentransfer,” kata Piter Abdullah.

Langkah keluarga almarhum Akidi Tio yang menyumbang hingga Rp 2 triliun juga dipuji Piter. Menurutnya hal ini menunjukkan sikap ikhlas yang besar, dan selayaknya bisa dicontoh oleh pengusaha-pengusaha lain.

“Ini sesuatu yang sangat luar biasa yang harus menjadi pengingat kita. Ini bukan masalah agama atau suku. Yang menyumbang ini kan orang Tionghoa yang selalu dianggap hanya mencari uang saja di Indonesia, selalu dinomorduakan dan dianggap minoritas. Namun, mereka menunjukkan kalau mereka punya empati. Keluarga Pak Tio menunjukkan bahwa orang yang paling mulia di antara kita adalah yang berguna bagi orang lain,” kata Piter.

 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN