Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas

Kemag Realokasi Anggaran Hampir Rp 2 Triliun untuk Bantu Penanganan Pandemi

Senin, 2 Agustus 2021 | 16:10 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pihaknya telah merealokasi anggaran hampir Rp 2 triliun pada tahun 2021 untuk berkontribusi dalam menangani pandemi.

"Pemerintah sangat serius dalam penanganan pandemi. Anggaran kementerian, termasuk di Kementerian Agama direalokasi untuk itu (penanganan pandemi, red). Kita bahkan hampir Rp 2 triliun,"  kata Menag  dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com,  Senin (2/8/2021).

Menurutnya, realokasi anggaran untuk penanganan pandemi ini dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama, sekitar Rp 483,54 miliar anggaran Kementerian Agama (Kemag) ikut direalokasi dalam rangka pelaksanaan program vaksinasi.

Dijelaskan Menag, tahap kedua sekitar Rp 712,78 miliar untuk berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN). Tahap ketiga, lanjut Menag, sekitar Rp 385,46 miliar untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19.

"Saat ini sedang dalam proses realokasi tahap keempat yang juga untuk menyukseskan pelaksanaan PPKM dengan realokasi anggaran mencapai Rp 399,91 miliar," papar Gus Yaqut, sapaan akrab Menag.

Oleh karena itu, Gus Yaqut menyebutkan,  total anggaran Kemag yang direalokasi untuk bersama-sama menangani kondisi pandemi mencapai Rp1,981 triliun

Selanjutnya, Yaqut menegaskan, realokasi anggaran sebesar itu menjadi bentuk komitmen Kemag dalam penanganan pandemi.

Selain itu, Kemag juga melakukan afirmasi lain. Misalnya dalam bentuk kebijakan pengurangan uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), pemberian bantuan penanganan Covid-19 untuk pesantren, bekerjasama dengan Baznas dalam vaksinasi kiai dan santri, serta menggulirkan program sertifikasi halal gratis bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).

Untuk memastikan pendidikan di madrasah tetap berjalan, Yaqut menuturkan, Kemag juga melakukan sejumlah afirmasi pada penguatan pembelajaran digital. Misalnya, menyiapkan anggaran Bantuan Afirmasi Madrasah hingga mencapai Rp 399,9 miliar yang diimplementasikan melalui program Realizing Education’s Promise – Madrasah Education Quality Reform.

“Anggaran ini diperuntukkan bagi 2.666 madrasah dan bisa dimanfaatkan dalam penguatan digitalisasi madrasah,” ucapnya.

Program digitalisasi madrasah, kata Menag, bahkan sudah dilakukan sejak 2019, sebelum pandemi. Sejumlah program yang dilakukan antara lain merevisi juknis relaksasi pemanfaatan dana bantuan operasional sekolah (BOS) hingga bisa digunakan untuk menunjang sistem pembelajaran online.

“Upaya lainnya adalah memberikan bantuan pengadaan server dan Jaringan Komputer CBT (Computer Based-Test) untuk semua jenjang, baik itu Madrasah Aliyah, Tsanawiyah maupun Ibtidaiyyah,” pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN