Menu
Sign in
@ Contact
Search
(Ki-ka) Asisten Administrasi Umum Daerah Provinsi Jawa Barat Ferry Sofwan Arif, Ketua Umum Sekoper Cinta Atalia Praratya Ridwan Kamil, dan Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto hadir dalam peninjauan langsung Sentra Vaksinasi Generasi Maju untuk anak usia 6-11 tahun. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Danone Indonesia untuk mendukung pemenuhan hak anak yaitu akses kesehatan dan nutrisi, serta tentunya untuk mendukung program pemerintah dalam memperluas cakupan vaksinasi.

(Ki-ka) Asisten Administrasi Umum Daerah Provinsi Jawa Barat Ferry Sofwan Arif, Ketua Umum Sekoper Cinta Atalia Praratya Ridwan Kamil, dan Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto hadir dalam peninjauan langsung Sentra Vaksinasi Generasi Maju untuk anak usia 6-11 tahun. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Danone Indonesia untuk mendukung pemenuhan hak anak yaitu akses kesehatan dan nutrisi, serta tentunya untuk mendukung program pemerintah dalam memperluas cakupan vaksinasi.

Kemenkes Tegaskan Masih Fokus Dorong Vaksinasi Covid-19

Sabtu, 17 September 2022 | 09:28 WIB
Hendro Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Kesehatan menyebut pemerintah dalam hal ini Kemenkes masih fokus mengencarkan vaksinasi sekaligus mempublikasikannya hasil  capaiannya.  Juru Bicara Kemenkes, dr Mohammad Syahril mengakui memang selama beberapa hari tepatnya delapan hari data vaksinasi Covid-19 harian tidak ter-update karena mengalami kendala teknis.

"Namun akhirnya dua hari terakhir ini, capaian vaksinasi kembali dipublikasikan ke umum atau masyarakat luas lewat laman vaksin.kemkes.go.id/#/vaccines," katanya saat menjawab pertanyaan Beritasatu.com pada konferensi pers daring, Jumat (16/9/2022).

Menurutnya, pandemi Covid-19 secara global mulai menunjukan penurunan, begitu pula di Indonesia. Kondisi tersebut juga diakui oleh Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom yang menyatakan bahwa pandemi Covid-19 akan segera berakhir.

Lalu apakah vaksin Covid-19 masih diperlukan? Terlebih Indonesia masih dalam proses pembuatan vaksin Covid-19 Merah Putih dan juga Nusantara serta vaksin lokal lainnya. dr Syahril mengungkapkan bahwa program vaksinasi Covid-19 akan selalu disesuaikan dengan situasi yang terjadi.

"Untuk selanjutnya pasti kita akan melihat perkembangan, kalau memang masih melandai betul apakah masih perlu kita lakukan vaksinasi, kita lihat perkembangan berikutnya. Mudah-mudahan kita akan mengambil jalan yang terbaik untuk bangsa dan negara ini," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah sekarang masih fokus untuk meningkatkan cakupan vaksinasi 1 dan 2 serta booster. Data Kemenkes per 16 September 2022 tercatat bahwa cakupan vaksinasi pertama mencapai 204,26 juta peserta (87,05%). Dosis kedua 170,88 juta peserta (72,82%) dan dosis ketiga atau booster mencapai 62,34 peserta (26,57%) persen dari total keseluruhan sasaran 234,66 juta orang.

Diakui Syahril bahwa capaian vaksinasi booster memang lebih lambat dibandingkan pada bulan Maret-April lalu. "Tentu saja ini menjadi prioritas, jadi program kita saat ini pemerintah fokus untuk vaksin satu, dua, dan booster untuk masyarakat," ucapnya.

Ia menegaskan bahwa pada prinsipnya vaksinasi menjadi upaya untuk mencegah terjadinya peningkatan infeksi Covid-19 di tengah masyarakat. Sehingga prioritas meningkatkan cakupan vaksinasi tetap menjadi fokus bagi pemerintah. "Prioritas harus tetap dijalankan. Jangan sampai prioritas sudah kita buat, tapi belum tercapai target sudah membuat program berikutnya yang memang menjadi beban bagi kita," jelas dia.

Cakupan Rendah

Jubir Kemenkes ini menyebutkan cakupan vaksinasi booster dosis ketiga atau vaksinasi booster Covid-19 di Indonesia terbilang masih sangat rendah.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per tanggal 15 September 2022 pukul 18.00 WIB, cakupan vaksinasi booster pertama baru mencapai 26,45% persen atau sekitar 62.080.191 orang. Target capaian menurun usai libur lebaran 2022. “Vaksinasi ketiga meningkat pada awal April, kemudian terjadi penurunan yang tentunya banyak penyebab sehingga capaian vaksinasi booster pertama ini masih landai,” terangnya.

Saat ini Kemenkes telah menyusun sejumlah strategi untuk meningkatkan cakupan vaksinasi booster Covis-19. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh pada masyarakat. Sebab ada kemungkinan imunitas masyarakat turun di tahun depan.

“Meskipun saat ini persentase kasus harian Covid-19 terus menurun, vaksinasi primer dan booster terus kita gencarkan. Jadi, kalau ada gelombang baru Covid-19 kita lebih siap karena kekebalan tubuh kita masih kuat,” ujar Jubir Syahril.

Ia menyebutkan saat ini Kementerian Kesehatan telah mendorong seluruh kepala daerah baik gubernur maupun bupati/walikota untuk terus menjalankan vaksinasi Covid-19 bekerjasama dengan pihak-pihak lainnya.

Menurutnya, akselerasi ini perlu dilakukan agar semakin banyak daerah yang cakupan vaksinasi ketiganya diatas 50%. Karena sejak dimulai pada 22 Januari 2022 lalu, baru ada 3 daerah yang cakupan vaksinasi ketiganya sudah diatas 50%.

Ketiga daerah tersebut yakni Provinsi Bali, DKI Jakarta dan Kepulauan Riau. Bali menempati posisi tertinggi dengan persentase 69,8%, DKI Jakarta dengan 66,0% dan Kepulauan Riau 52,1%.

“Penyediaan sentra-sentra vaksinasi terutama di tempat-tempat publik, perlu kembali digalakkan untuk mendekatkan layanan vaksinasi kepada masyarakat. Saya kira ini bisa kembali menarik minat masyarakat,” ujar Jubir Syahril.

Ia menambahkan Kementerian Kesehatan juga akan menerapkan strategi “jemput bola” guna mendekatkan layanan vaksinasi kepada sasaran terutama kelompok rentan yang kesulitan mengakses sentra vaksinasi.

“Jemput bola ini untuk memudahkan sasaran yang kesulitan mengakses layanan vaksinasi COVID-19. Caranya dengan mendatangi rumah-rumah, pasar maupun tempat publik lainnya. Jadi kita kejar, tidak menunggu mereka datang ke puskesmas atau pusat-pusat layanan vaksinasi, tapi kita jemput bola,” ujar dr Syahril.

Terakhir, ia mengimbau kepada masyarakat yang belum melakukan vaksinasi booster di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat guna meningkatkan kekebalan tubuh. Vaksinasi booster terbukti mampu meningkatkan kekebalan tubuh seseorang hingga 4-6 kali lipat, sehingga mampu mencegah risiko terburuk dari infeksi COVID-19.

“Untuk yang belum booster saran saya terus dilanjutkan, karena itu memberikan proteksi yang baik untuk kita, sasaran yang di-booster terbukti secara ilmiah kadar antibodinya jauh lebih tinggi dibandingkan yang belum di-booster, ini penting untuk melindungi orang sekitar terutama orang tua kita,” pungkasnya.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com