Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jubir Penanganan Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Jubir Penanganan Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Kemkes: Tak Ada Vaksin 100% Mencegah Penularan

Senin, 19 April 2021 | 22:11 WIB
Natasia Christy Wahyuni

JAKARTA, investor.id  – Kementerian Kesehatan (Kemkes) mengingatkan bahwa tidak ada vaksin yang bisa 100% mencegah seseorang tertular dari Covid-19.

Dalam situasi pandemi, kemungkinan penularan tetap akan terjadi berkaca dari sejumlah pejabat publik yang terinfeksi Covid-19 meskipun telah menerima dua kali dosis vaksin, salah satunya adalah Atalia Praratya yaitu istri dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Semua vaksin memiliki efikasi 65-95%, tidak ada yang 100%,” kata juru bicara Kemkes, Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi oleh Beritasatu.com, Senin (19/4/2021).

Nadia menjelaskan dengan tingkat efikasi 65-95%, artinya risiko seseorang menjadi sakit akibat Covid-19 sudah turun lebih dari 50%.

Selain itu, ujarnya, semua vaksin bisa mencegah gejala berat dan perawatan di rumah sakit sampai 90%, serta mencegah kematian sampai lebih dari 95%.

“Pada orang dengan komorbid juga proteksi untuk gejala berat atau kematian,” kata Nadia.

Ketua Tim Penggerak TP PKK Provinsi Jabar Atalia Praratya mengumumkan terinfeksi Covid-19 pada Sabtu (17/4/2021). Atalia, yang biasa menyebut dirinya “si cinta”, mengatakan tidak tahu tertular oleh siapa karena banyak sekali orang yang ditemuinya termasuk masyarakat.

“Saya termasuk orang yang apik sekali menggunakan masker. Ke mana-mana juga suka diingatkan hand sanitizer, tetapi kehendak Allah SWT seperti itu, dan agak kaget. Mohon doa dari semuanya,” katanya.

Pejabat publik lainnya yang melaporkan terinfeksi setelah divaksin Covid-19 antara lain Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna dan Bupati Sleman Sri Purnomo. Pradi dinyatakan positif Covid-19 pada 30 Januari 2021, sedangkan Purnomo memastikan dirinya tertular bukan karena vaksin yang diterimanya atau KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi).

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN