Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Kendalikan Faktor Risiko Diabetes

Minggu, 24 Juni 2018 | 22:22 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Federasi Diabetes Internasional (IDF) Atlas 2017 edisi ke-8 mengungkapkan jumlah penderita diabetes di Indonesia telah mencapai angka 10,3 juta orang. Angka tersebut diprediksi akan terus meningkat hingga menjadi 16,7 juta pada 2045.


Fakta ini secara tidak langsung mengungkap bahwa perlu adanya perhatian khusus bagi para penderita dalam mengelola dan menggunakan insulin guna meminimalisasi risiko.


Menilik berkembangnya fenomena tersebut, Novo Nordisk Indonesia berkolaborasi dengan spesialis endokrinologis ternama melakukan sebuah studi mendalam menggunakan International Operations Hypoglycemia Assement Tool (IOHAT). Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan, kontrol, dan komplikasi diabetes dalam periode retrospektif dan prospektif di antara pasien diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang diobati dengan insulin.


Secara garis besar, banyak penderita diabetes di Indonesia yang masih belum memahami risiko yang mungkin diakibatkan oleh hipoglikemi selama masa berpuasa yang lalu. Studi ini diharapkan dapat menjadi acuan yang teruji klinis bagi para penderita diabetes agar mereka bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar serta sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam menangani penderita diabetes di bawah payung program Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) Kementerian Kesehatan.


Menurut Dr Sylviana Andinisari Msc, kepala Seksi Gangguan Metabolik Direktorat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, sebagai penyakit tidak menular dengan jumlah penderita relatif tinggi, diabetes merupakan salah satu penyakit yang menyita perhatian banyak orang.


“Kami saat ini fokus pada pengendalian faktor risiko diabetes melalui upaya promotif dan preventif. Pentingnya deteksi dini sebagai salah satu upaya untuk mengendalikan risiko penyakit tidak menular termasuk juga diabetes,” ujar Sylviana dalam keterangan tertulis.


“Kami juga terus mendorong antara kementerian dan lintas sektor terkait lainnya untuk meningkatkan kerja sama dalam mengatasi masalah kesehatan sehingga semua kebijakan yang ada berpihak pada kesehatan, terutama dalam hal ini mendukung upaya pencegahan dan pengendalian diabetes yang terus meningkat,” lanjut Sylviana.


Tingkat pengetahuan pasien yang rendah selama penelitian mengarah kepada perlunya peningkatan kesadaran hipoglikemia. Manajemen diabetes yang berhasil adalah untuk mencapai kontrol glikemik yang ditargetkan, sambil meminimalkan risiko pasien hipoglikemia melalui pemantauan yang tepat dan menciptakan pemahaman tentang hipoglikemia.


Ada kebutuhan yang belum terpenuhi untuk pendidikan yang lebih baik termasuk pentingnya pemantauan glukosa darah, dan kebutuhan untuk pilihan pengobatan yang lebih baru dengan risiko rendah dari profil hipoglikemik.


Dr Fahad Jameel, Clinical, Medical, Regulatory and Quality (CMRQ) Director PT Novo Nordisk Indonesia, mengatakan, pihaknya berkomitmen mendorong perubahan untuk mengatasi penyakit diabetes di Indonesia.


“Kami melakukan hal ini melalui 4 inisiatif strategis, termasuk kemitraan dengan pemerintah, pengembangan kapasitas profesional kesehatan, edukasi pasien, dan kampanye kesadaran diabetes,” jelas dia.


Dalam kolaborasi ini, Novo Nordisk bermitra dengan Kementerian Kesehatan RI, Asosiasi Endokrinologi Indonesia (Perkeni), dan media. “Bagi penderita diabetes yang menggunakan insulin, risiko hipoglikemia 7,5 kali lebih tinggi selama berpuasa. Seperti yang terlihat dalam Studi IO HAT Indonesia baru saja dipublikasikan,” lanjut Fahad Jameel. Tiga aspek terpenting untuk mengatasi masalah diabetes adalah Peraturan, Pendidikan, dan Motivasi. (jn)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN