Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bambang Soesatyo

Bambang Soesatyo

Ketua MPR Dorong Pemerintah Beri Stimulus Bisnis Angkutan Darat

Jumat, 24 April 2020 | 12:42 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Ketua MPR Bambang Soesatyo menilai, pelarangan mudik Lebaran 2020 yang diumumkan Presiden, Selasa lalu berpotensi menggerus bisnis berbagai moda angkutan umum, terutama layanan bus dan mobil sewa lintas kota sehingga dikhawatirkan akan banyaknya pengusaha angkutan umum yang bangkrut/gulung tikar.

Oleh karena itu, Bambang Soesatyo mendorong pemerintah memberikan stimulus untuk menjaga bisnis angkutan darat.

“Stimulus itu bisa berupa kelonggaran pembayaran pajak PPh 23 dan PNBP sampai batas waktu tertentu tanpa penagihan, memberikan kelonggaran beban biaya perpanjangan surat tanda kendaraan bermotor (STNK), atau mengurangi berbagai beban pungutan yang harus disetor oleh entitas otobus, guna menjaga ketahanan bisnis perusahaan otobus,” katanya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (24/4/2020).

Ketua MPR juga mendorong pemerintah dapat segera menyiapkan bantuan langsung tunai (BLT) bagi pekerja angkutan umum yang terdampak, dalam hal ini para karyawan/awak bus perusahaan otobus antarkota antarprovinsi (AKAP) sebagai bentuk kompensasi bagi para awak bus yang kehilangan pendapatannya akibat penyetopan operasional sementara tersebut.

Selanjutnya, Ketua MPR, meminta pemerintah menggandeng Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk ikut terlibat dalam distribusi bantuan sosial (bansos) berupa sembako bagi awak bus atau karyawan perusahaan oto bus yang kurang mampu.

“Hal ini supaya pengusaha angkutan darat terutama pengemudinya juga tetap bisa memperoleh penghasilan untuk keberlangsungan hidupnya, mengingat selama ini pemerintah hanya melibatkan transportasi daring/ojek online,” katanya.

Bamsoet menilai distribusi bahan pangan terhambat karena awak angkutan harus melakukan swakarantina selama 14 hari, terutama setelah mengantar barang ke wilayah yang tergolong zona merah Covid-19. Akibatnya mereka tidak bisa segera kembali mengangkut barang dari sentra produksi ke pasar.

Terkait hal itu, Bamsoet  mendorong pemerintah mempertimbangkan untuk membangun terminal pangan sebagai upaya untuk menjamin kelancaran arus logistik dan distribusi selama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah guna mencegah penularan virus Covid-19.

Ketua MPR menilai pemerintah perlu berkoordinasi antarpemangku kepentingan dan melakukan kajian soal skala keekonomian guna mewujudkan terminal pangan yang dapat menjadi solusi dalam memudahkan pengusaha logistik mendistribusikan bahan pangan.

Selanjutnya, Bamsoet mendorong agar sebelum membangun terminal pangan, pemerintah perlu mencari lokasi strategis yang dapat memudahkan akses dan distribusinya dengan menggandeng pihak-pihak terkait.

“Pemerintah agar mempersiapkan terminal pangan di tiap provinsi atau wilayah, baik di sentra produsen maupun daerah sasaran pengangkutan, mengingat terminal pangan akan menjadi zona netral penyediaan barang dan pengangkutan,” ujarnya.

Selanjutnya terkait perlunya perbaikan dan pembaharuan terhadap data masyarakat penerima bantuan sosial/bansos, Ketua MPR RI mendorong Pemerintah melakukan update data penerima bansos setiap harinya dan melakukan validasi terhadap data tersebut, sehingga dapat memastikan target penerima bansos tepat sasaran.

“Pemerintah perlu mengevaluasi perihal pendataan penerima bansos dan proses pendistribusian bansos, karena hingga saat ini masih ada penerima bansos yang tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Pemerintah juga didorong agar transparan dalam mendata dan melakukan pendistribusian bansos, serta terus melakukan koreksi/perbaikan, sehingga dapat meningkatkan kualitas data penerima bansos yang tepat sasaran.

Sementara itu terkait Pemerintah Daerah, Bambang Soesatyo dinilai perlu memberikan informasi dan meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran bansos, karena banyak masyarakat yang masih belum mengetahui informasi terkait program bansos tersebut.

Pemerintah Daerah, lanjut dia, harus segera mencari solusi dalam mengatasi permasalahan data bansos ini, dikarenakan saat ini jumlah warga yang mengalami kesulitan jauh lebih banyak dibandingkan data masyarakat miskin yang tercatat pada situasi sebelum wabah Covid-19.

“Oleh karena itu, penting bagi Pemerintah untuk memastikan stok bansos yang akan didistribusikan cukup dan adil,” ucapnya.

Awal ramadan

Lebih jaut terkait titetapkannya 1 Ramadan 1441 Hijriah pada hari ini, 24 April 2020, Ketua MPR RI mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh Warga Negara Indonesia/WNI umat muslim di manapun berada, agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan lancar.

Bambang Soesatyo mengimbau kepada seluruh umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa agar dapat menjalankan ibadah puasa sesuai dengan protokol kesehatan pandemi Covid-19 sesuai dengan yang tercantum dalam Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 6 tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H/2020, serta tidak menjadikan hal tersebut untuk mengurangi semangat dalam meningkatkan ibadah Ramadan 2020.

Kepada Pemerintah, Bamsoet meminta agar memastikan penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat dapat didistribusikan tepat sasaran, sehingga kebutuhan masyarakat selama Ramadan 2020 dapat tetap terpenuhi.

Ia juga mendorong seluruh masyarakat agar dapat turut berbagi kepada sesama yang lebih membutuhkan, khususnya selama Ramadan 2020, mengingat saat ini Indonesia masih dalan status darurat pandemi virus corona dan banyak masyarakat yang masih mengalami kesusahan.

“Kami mengimbau masyarakat mematuhi aturan untuk tidak mudik atau mengundur waktu mudik sesuai arahan pemerintah dan dapat menerima serta memaklumi hal tersebut, sehingga dapat meminimalisir potensi penularan penyakit kepada orang lain,” pungkasnya. (gr)
 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN