Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bambang Soesatyo

Bambang Soesatyo

Ketua MPR: Pemberlakuan New Normal Harus Dikaji Mendalam

Investor Daily, Kamis, 28 Mei 2020 | 20:21 WIB

JAKARTA, investor.id – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan Pemerintah dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bahwa kenaikan kasus masih terus terjadi di Indonesia.

“Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan dan dikaji secara mendalam terlebih dahulu sebelum diputuskan akan memberlakukan new normal di Indonesia, agar mencegah bertambahnya kasus Covid-19 dikarenakan sudah banyak masyarakat yang melakukan aktivitas,” ujar Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Seperti diketahui, Pemerintah mulai bersiap-siap dalam menerapkan tatanan normal baru atau new normal dalam menjalani kehidupan bermasyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Bamsoet mendorong Pemerintah dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengevaluasi tingkat kepatuhan masyarakat di setiap wilayah dalam menjalani masa Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB, dan menjadikan hasil evaluasi tersebut untuk menentukan apakah new normal dapat atau belum dapat diterapkan secara optimal di daerah tersebut.

Selanjutnya, Bamsoet juga mendorong Pemerintah dan Gugus Tugas untuk memiliki basis data yang valid guna dijadikan dasar keluarnya kebijakan baru tersebut, dan memaparkan penjelasan tersebut kepada masyarakat sehingga seluruh masyarakat dapat memiliki satu visi dan misi yang sama dalam menjalani kebijakan tersebut.

“Seluruh aspek dalam kebijakan tersebut harus dikaji secara mendalam, dan dilakukan pemetaan, sehingga data yang dikumpulkan dapat dengan tepat dan efektif digunakan untuk mengeluarkan kebijakan,” katanya.

Lebih lanjut, Bamsoet mendorong Pemerintah dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melibatkan akademisi yang termasuk sebagai birokrat pembuat kebijakan untuk berperan dalam membangun kapasitas dan kapabilitas membuat kebijakan agar berbasis data dan indikator yang valid, sehingga manfaat dari kebijakan tersebut, dalam hal ini kebijakan new normal dapat dilakukan secara efektif. (gr)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN