Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj

Ketum PBNU: Bahaya Terorisme Masih Laten, Bukan PKI

Senin, 29 Maret 2021 | 05:07 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA, investor.id   - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan peristiwa bom bunuh diri di depan pintu gerbang Gereja Katedral Makassar, menunjukkan bahwa bahaya laten yang nyata dihadapi Indonesia bukan PKI tetapi terorisme.

“Ternyata bahaya terorisme masih laten, masih ada, masih mengancam kita. Bukan bahaya PKI, minimal sampai hari ini,” ujar Said Aqil dalam rekaman suara yang diterima Beritasatu.com, Minggu (28/3/2021).

Karena itu, kata Said Aqil, semua elemen bangsa harus meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya laten terorisme tersebut. Menurut dia, waspada bukan berarti takut terhadap terorisme, tetapi tetap mengambil langkah pencegahan dan penindakan untuk menangani terorisme di Indonesia.

“Oleh karena itu kita harus selalau waspada, tetapi tidak boleh takut menghadapi terorisme ini, tetapi kita harus selalu waspada,” tandas dia.

Lebih lanjut, Said Aqil menduga, pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar merupakan jaringan teroris Poso yang merupakan perpanjangan dari jaringan teroris di Filipina Selatan.

“Saya yakin ini ada kaitan dengan jaringan Poso, terus ke Filipina Selatan. Ini jaringan Filipina, Poso masih ada di mana-mana,” pungkas Said Aqil.

Seperti diketahui, ledakan yang diduga kuat sebagai bom bunuh diri itu terjadi sekitar pukul 10.28 WITA, di depan pintu gerbang Gereja Katedral Makassar, Jalan Kajaolalido, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). Pelaku dugaan bom bunuh diri itu diduga dilakukan dua orang mengendarai sepeda motor matik.

Aparat Polda Sulawesi Selatan, Polrestabes Makassar, Densus 88 Antiteror langsung meluncur, melakukan penyelidikan, investigasi, mengumpulkan bukti-bukti, dan mencari keterangan di lokasi.

Mabes Polri menyebutkan, 14 orang mengalami luka-luka yang sebagian besar terkena serpihan akibat ledakan bom bunuh diri tersebut.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN