Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lansia tertua di Indonesia Wirjawan Hardjamulia  berusia 104 tahun menjalani suntik vaksin dosis kedua Covid -19 Rumah Sakit Vania, Jalan Siliwangi, Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa (20/4/2021).

Lansia tertua di Indonesia Wirjawan Hardjamulia berusia 104 tahun menjalani suntik vaksin dosis kedua Covid -19 Rumah Sakit Vania, Jalan Siliwangi, Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa (20/4/2021).

Lansia Tertua di Indonesia Divaksin Dosis Kedua di Bogor

Selasa, 20 April 2021 | 17:44 WIB
Vento Saudale

BOGOR, investor.id  - Lansia tertua di Indonesia Wirjawan Hardjamulia,104 tahun, menjalani suntik vaksin dosis kedua Covid -19 di Rumah Sakit Vania, Jalan Siliwangi, Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa (20/4/2021).

Semringah tampak di wajah Wirjawan di ruang lobi rumah sakit. Mengenakan kemeja kotak-kotak, didorong kursi roda, dan memakai pelindung muka ia nampak tenang di antara penerima vaksin lansia Selasa pagi.

Anak ketiga yang ikut mendampingi Indriyati Pardewi menuturkan, ayahnya sangat semangat mengikuti vaksin kedua.

"Usai vaksin pertama, tidak ada keluhan atau efek samping yang dialami. Ayah pun mengetahui vaksinasi dari televisi dan baca koran," tutur Pardewi di lokasi vaksin.

Lansia tertua di Indonesia Wirjawan Hardjamulia  berusia 104 tahun menjalani suntik vaksin dosis kedua Covid -19 Rumah Sakit Vania, Jalan Siliwangi, Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa (20/4/2021).
Lansia tertua di Indonesia Wirjawan Hardjamulia berusia 104 tahun menjalani suntik vaksin dosis kedua Covid -19 Rumah Sakit Vania, Jalan Siliwangi, Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa (20/4/2021).

Vaksin dosis kedua, disuntikan oleh dr Ronaldo Erric Manibuy yang mengenakan pakaian superhero. Wali Kota Bogor Bima Arya yang hadir pun memberikan semangat.

"Saya apresiasi pak Wirjawan 104 tahun hidup masih disiplin dan menjalani vaksinasi dosis kedua," kata Bima.

Bima pun berharap vaksin kepada Wijawan bisa mengapresiasi kepada lansia-lansia di Kota Bogor yang masih enggan divaksin.

Sementara berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bogor, vaksinasi kategori lansia di Kota Bogor dari sasaran 95.371 orang, baru 28.817 orang atau 30% yang telah divaksin.

Dinas kesehatan masih menemukan masih ada lansia, khususnya di daerah pinggiran  enggan divaksin.

Kadinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno menjelaskan, berdasarkan data dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kota Bogor mempunyai 95.371 sasaran dengan kategori lansia.

Dari jumlah itu, untuk lansia dengan suntikan dosis pertama 28.817 orang atau 30,22%. Sementara suntikan kedua baru 9.363 orang atau 9,82%.

Retno mengakui, masih rendahnya angka vaksinasi sasaran lansia, menurut Retno dikarenakan baru dimulai satu bulan yang lalu. Pasalnya, kebijakan pusat awalnya lansia diprioritaskan hanya di ibu kota provinsi.

"Vaksinasi tahap dua Februari, awalnya hanya bagi kategori pekerja public. Lansia prioritas di Ibu Kota Provinsi. Maret ada perubahan dari pusat, bahwa kota/kabupaten harus melakukan vaksinasi lansia. Jadi kita terlambat satu bulan. Sekarang prioritasnya lansia dan pendidik, pelayan publik di pending (tunda) dulu," jelas Retno.

Untuk sasaran lansia yang bermukim di pusat kota menurutnya, antusias mengikuti vaksinasi. Sedangkan lansia yang ada di wilayah perbatasan Kabupaten Bogor, seperti di Mulyaharja, Lawang Gintung, Harjasari, Situ Gede dan Ciluar banyak yang menolak vaksin karena takut divaksin, merasa tidak kemana-mana dan jauh dari fasilitas kesehatan (faskes).

"Jadi perlu sosialisasi tentang pentingnya vaksin. Kemarin berbagai upaya terobosan dengan jemput bola sudah dilakukan untuk mendekatkan akses layanan," tambah Retno.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN