Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dewi Nur Aisyah, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19Sumber: BSTV

Dewi Nur Aisyah, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19Sumber: BSTV

Libur Lebaran Diprediksi Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Senin, 10 Mei 2021 | 16:46 WIB
Hendro D Situmorang

JAKARTA, investor.id  - Satgas Penanganan Covid-19 menilai libur panjang lebaran tahun ini diprediksi akan menimbulkan lonjakan kasus Corona di Tanah Air.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan libur panjang selalu memicu peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia.

"Meski pemerintah telah melarang warga untuk melakukan mudik Lebaran tahun ini, namun masih banyak warga yang nekat. Maka itu kita harus cerewet mengingatkan, terapkan protokol kesehatan, jaga jarak, dan melarang mudik," katanya dalam briefing peserta program Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku (FJPP) Kerjasama Satgas Penanganan Covid-19 dan Dewan Pers FJPP Angkatan 3/2021 secara virtual pada Senin (10/5/2021).

Menurutnya, kasus Covid-19 tidak langsung naik sehari atau dua hari setelah libur panjang. Peningkatan kasus Covid-19 baru akan terjadi setelah 10 atau 14 hari masa libur panjang selesai.

Setelah itu, tiga pekan kemudian, kasus Covid-19 akan terus naik. Fenomena ini dilihat dari data-data sebelumnya. Di mana terjadi kenaikan kasus pada pekan kedua November setelah libur panjang Maulid Nabi Muhammad 2020.

Kasus Covid-19 baru bisa dikendalikan setelah pemerintah memberlakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selama empat pekan. Lalu dilanjutkan oleh PPKM mikro di setiap wilayah.

"Maka itu tak heran, kasus Covid-19 sempat naik pada pekan kedua November 2020, dan baru turun lagi di pekan ke dua Februari 2021," urai Dewi.

Hal serupa dikhawatirkan dapat kembali terulang jika larangan mudik tidak diberlakukan. Apalagi di masa akhir-akhir Ramadan seperti ini mobilitas masyarakat di pusat perbelanjaan cukup tinggi.

Dewi menyampaikan, sejak dua minggu yang lalu, mobilitas masyarakat sudah mulai naik. Kemudian bertambah naik selama sepekan terakhir. Kebanyakan dari mereka beraktivitas di pusat-pusat perbelanjaan.

"Maka itu kami tak henti-hentinya berpesan, ayo terapkan kepatuhan protokol kesehatan dan jaga jarak, agar tidak terjadi penularan," tandas Dewi.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat disiplin dan membatasi mobilitas. Salah satunya menaati larangan mudik. Pasalnya, beberapa kasus peningkatan Covid-19, biasanya meningkat setelah adanya perayaan, termasuk yang terjadi di negara India.

Ia pun mengingat agar penggunaan masker wajib dilakukan semua warga terlebih saat beraktivitas.

“Karena sampai sekarang, jurus ampuh terhindar dari Covid-19 adalah dengan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” tutup Dewi memberikan pesan khusus kepada masyarakat.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN