Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Lindungi Keluarga dari Diabetes

Minggu, 6 Mei 2018 | 20:50 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Diabetes adalah penyakit yang berbahaya dan mematikan. Data Kementerian Kesehatan yang diperoleh dari Sample Registration Survei 2014 menunjukkan, diabetes menjadi penyebab kematian terbesar nomor tiga di Indonesia dengan persentase sebesar 6,7%, setelah stroke (21,1%) dan penyakit jantung koroner (12,9%).


Di Indonesia, prevalensi diabetes meningkat dari 5,7% pada 2007 menjadi 6,9% atau sekitar 9,1 juta pada 2013. Data terbaru dari International Diabetes Federation (IDF) Atlas 2017 menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat keenam dunia dengan jumlah penderita diabetes (diabetesi) sebanyak 10,3 juta jiwa.


Jlka tidak ditangani dengan baik, World Health Organization (WHO) bahkan mengestimasikan angka kejadian diabetes di Indonesia akan melonjak drastis menjadi 21,3 juta pada 2030.


Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI dr Asjikin Iman Hidayat Dachlan MHA mengatakan, sebanyak 90% dari total kasus diabetes merupakan diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 umumnya terjadi pada orang dewasa, namun beberapa tahun terakhir juga ditemukan pada anak-anak dan remaja.


Hal ini berkaitan erat dengan pola diet tidak seimbang dan kurang aktivitas fisik yang membuat anak memiliki berat badan berlebih atau obesitas.


Dr Asjikin menambahkan orang yang hidup dengan diabetes tipe 2 memiliki gejala yang begitu ringan. Penderita tidak . akan menyadari kondisi kesehatannya tengah terganggu dalam jangka waktu yang lama, sehingga penyakit ini mepun cenderung terabaikan. Namun penyakit diabetes tipe 2 akan diamdiam merusak fungsi berbagai organ tubuh dan menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti penyakit kardiovaskular, kebutaan, gagal ginjal, dan amputasi anggota tubuh bagian bawah.


“Diabetes yang tidak ditanggulangi segera dapat menyebabkan penurunan produktivitas, disabilitas dan kematian dini,” ungkap Asjikin, di Jakarta, belum lama ini.


Untuk itu, lanjut dia, orang tua memegang peranan penting dalam melindungi keluarga dari diabetes. Orang tua sebaiknya memperhatikan faktor gaya hidup tidak sehat yang menjadi pemicu diabetes tipe 2, antara lain jumlah asupan energi yang berlebih, kebiasaan mengonsumsi jenis makanan dengan kepadatan energi yang tinggi (tinggi lemak dan gula, kurang serat), jadwal makan tidak teratur, tidak sarapan, kebiasaan mengemil, teknik pengolahan makanan yang salah (banyak menggunakan minyak, gula dan santan kental).


“Serta kurangnya aktivitas fisik yang diakibatkan kemajuan teknologi dan tersedianya berbagai fasilitas yang memberikan berbagai kemudahan bagi sebagian besar masyarakat,” tambah dia.


Merespons tingginya persentase diabetes di Indonesia, Nutrifood Research Center selama bertahuntahun tergerak berkontribusi dalam upaya membangun keluarga Indonesia yang sehat agar dapat terhindar dari risiko diabetes.


Head of Nutrifood Research Center Susana mengatakan, untuk menciptakan dampak yang lebih besar, pihaknya aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak dan menghargai respons positif dari semua mitra strategis yang telah bekerja sama dengan Nutrifood. “Kerja sama selama bertahun-tahun demi membangun kesadaran keluarga Indonesia akan pentingnya gaya hidup sehat,” ujar dia. (iin)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN