Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
LPDB Siap Dukung Permodalan untuk Dua Koperasi di NTB. (Foto: Dok. LPDB-KUMKM)

LPDB Siap Dukung Permodalan untuk Dua Koperasi di NTB. (Foto: Dok. LPDB-KUMKM)

LPDB Siap Dukung Permodalan untuk Dua Koperasi di NTB

Selasa, 23 Februari 2021 | 09:20 WIB
Jayanty Nada Shofa

LOMBOK, investor.id - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB-KUMKM) menegaskan pihaknya siap memberikan dukungan modal usaha kepada dua koperasi di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kedua koperasi tersebut adalah Koperasi Cape Rawit di Kota Mataram dan Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Ammar Sasambo di Lombok Tengah. LPDB-KUMKM berharap dukungan permodalan ini bisa membantu membangkitkan koperasi di masa pandemi Covid-19.

Menurut Direktur Bisnis LPDB-KUMKM Krisdianto Sudarmono, berdasarkan assessment awal, kedua koperasi tersebut memiliki potensi yang besar mendapatkan fasilitas pembiayaan untuk penambahan modal kerjanya. Ia menilai track record administrasi dan produk-produk yang dihasilkan oleh anggotanya juga cukup meyakinkan.

"Tim kami telah melakukan diskusi dengan teman-teman di sini. Yang dibutuhkan untuk Koperasi Cabe Rawit salah satunya adalah mesin packaging. Kami LPDB-KUMKM siap memberikan pembiayaan pinjaman. Secara produk sudah baik, tidak kalah dengan produk lain. Kami siap membantu koperasi ini," kata Krisdianto, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa (23/2/2021).

Krisdianto menjelaskan, pembiayaan yang disalurkan LPDB-KUMKM sangat kompetitif lantaran tingkat bunganya sangat rendah yakni 3%. Besaran bunga ini lebih rendah bahkan terhadap suku bunga kredit yang disalurkan lembaga perbankan melalui skim kredit usaha rakyat (KUR) yang tingkat bunganya adalah 6%.

Dengan ini, koperasi bisa memperoleh margin yang kompetitif. UMKM yang menjadi anggota koperasi tersebut juga bisa mendapatkan dana murah dengan tingkat bunga yang lebih rendah di koperasinya.

"Kami berbeda dengan lembaga pembiayaan lain, dengan tarif layanan sangat murah yaitu 3%. Kita tidak ada biaya provisi, administrasi dan lainnya sehingga tidak memberatkan para pelaku usaha. Bahkan pembiayaan kami terdapat masa tenggang (grace period) mulai 3 hingga 6 bulan, sehingga KUMKM mempunyai kelonggaran waktu dalam melewati masa-masa sulit ini," pungkas dia.

Menurut Ketua Koperasi Cabe Rawit Endang Susilowati, saat ini koperasi ini beranggotakan 95 orang dengan latar belakang usaha yang berbeda-beda. Meski demikian, yang menjadi unggulan dari produk anggotanya adalah produk kuliner.

Bahkan produk makanan olahan yang diproduksi dari anggota mendapat pujian dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu. Koperasi ini juga mendapat apresiasi dari Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA) karena kemampuannya dalam mendiversifikasi produk makanan olahan sehingga bisa dipasarkan hingga ke luar NTB.

Endang mengatakan permodalan dari LPDB-KUMKM bisa membantu pengadaan  alat produksi seperti mesin packaging. Sebab diakuinya, hasil produk olahan anggota belum dikemas secara maksimal, sehingga diperlukan alat untuk mempercantik hasil produk agar dapat memiliki nilai lebih dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

"Semoga harapan kami ke LPDB-KUMKM dapat diakomodir. Selama ini kemasan produk kami besar-besar, nah kini kami ingin ukuran yang lebih kecil (mini). Kalau ada satu mesin untuk beberapa produk maka kami merasa senang sekali. Selain itu, kami bercita-cita bisa ekspor juga ke luar negeri," ungkap Endang.

Sedangkan Pengurus KSPPS Ammar Sasambo, Lalu Buntaran, mengatakan bantuan permodalan dari LPDB-KUMKM bisa membantu ekspor sarang burung walet.

Menurutnya, potensi sarang burung walet untuk pasar ekspor sangat tinggi. Dalam setiap bulannya, koperasi ini bisa mengekspor hingga 2 kuintal sarang burung walet ke beberapa negara seperti Tiongkok, Thailand dan Singapura. Dijelaskan harga ekspor produk ini bisa sampai Rp35 juta per kilogram.

"Kita kalau mau partai besar ekspor kayanya butuh dana antara Rp3 miliar hingga Rp5 miliar. Kita sangat yakin kalau ini digenjot, difasilitasi pemerintah maka peternak walet di luar sana akan bahagia," tutur Lalu Buntaran.

Selain bahan mentah, lanjutnya, pihaknya bersama anggota koperasi lain akan mengupayakan untuk bisa mengekspor produk turunan seperti kopi walet, bubur walet, dan herbal walet. Dengan begitu, nilai tambah yang bisa dihasilkan bisa lebih besar.

"Setelah bertemu dengan Dinas Koperasi dan UKM juga LPDB-KUMKM, kami akan berupaya agar turunan walet ini juga bisa diekspor. Selama ini kita langsung ekspor rumah walet ke China, Thailand, dan Singapura," pungkas dia.
 

Pemerintah Siap Fasilitasi Kemajuan Koperasi dan UMKM
Staf Khusus Kementerian Koperasi dan UKM Agus Santoso menjelaskan, pemerintah saat ini sedang fokus mengendalikan pandemi Covid-19 dan menjaga tingkat kemampuan usaha serta daya beli masyarakat.

Dua hal ini menjadi kunci utama Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dari sisi UMKM, pemerintah tengah mengupayakan untuk memperpanjang pemberian Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) senilai Rp2,5 juta per orang. Jika hal ini nantinya bisa diperpanjang, maka akan semakin banyak UMKM yang terbantu dari sisi modal usaha.

"Pemerintah mulai pikirkan lagi BPUM itu, tapi masih diskusi di internal istana, memang masih banyak alternatif yang bisa dilakukan seperti skim kredit yang lebih ringan bentuk karena terus terang saja APBN kita tidak mungkin kalau selalu berikan hibah yang besar," tutur Agus.

Dia mendorong agar koperasi yang menaungi banyak anggota UMKM bisa mengakses pembiayaan ke LPDB-KUMKM. Dengan ini, likuiditasnya terpenuhi sehingga kebutuhan anggotanya juga terpenuhi. Agus menilai dana yang diberikan LPDB-KUMKM memiliki special rate yang dapat membantu KUMKM.

"Nanti LPDB-KUMKM akan hitung semuanya, kita ingin bisnis UMKM itu maju dan dana bergulir bisa lancar sehingga dapat berputar lagi untuk diberikan ke koperasi lain," pungkasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, Wirajaya Kusuma menjelaskan, bahwa di wilayahnya ada hampir 4.009 koperasi. Koperasi yang aktif mencapai 2.240 koperasi dan sisanya adalah koperasi tidak aktif. Guna membantu UMKM di era pandemi, pihaknya juga telah mengeluarkan kebijakan untuk membeli semua produk-produk UMKM untuk dijadikan paket bantuan kepada masyarakat.

"Pemerintah NTB tahun 2020 lalu agak sedikit beda dalam mengambil langkah untuk pemulihan ekonomi. Kami melakukan pengadaan sembako senilai Rp 250.000 per paket isinya semuanya itu produk UMKM. Kita beli dan kita salurkan ke masyarakat agar ekonomi bisa bergerak," kata Wirajaya.

Wirajaya juga berharap agar LPDB-KUMKM bisa memberikan dukungan kepada koperasi-koperasi setempat. Salah satu persoalan di koperasi adalah modal usaha yang menipis. Dia juga  berharap agar program BPUM bisa kembali dilanjutkan, lantaran bantuan pemerintah yang sifatnya gratis itu sangat membantu bagi UMKM di wilayahnya.

"Kami harap kehadiran bapak-bapak semua dapat memberikan berkah bagi kami. Sebab di tengah pandemi ini, para pelaku usaha KUMKM mengalami permasalahan penting yakni modal produksi yang berkurang, sehingga omset usahanya juga turun," pungkasnya.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN